Orangutan Betina di Kebun Binatang Bukittinggi Mati

Penulis: Yose Hendra Pada: Minggu, 12 Agu 2018, 19:00 WIB Nusantara
Orangutan Betina di Kebun Binatang Bukittinggi Mati

MI/Yose Hendra

SEEKOR orangutan berjenis kelamin betina di Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan Bukittinggi, Sumatra Barat, mati, Minggu (12/8).

Kepala Bidang TMSBK pada Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Bukittinggi, Ikbal, mengatakan, berdasarkan kesimpulan tim medis, orangutan bernama Meri ini mati karena mengalami komplikasi penyakit di dalam.

"Karena kondisi fisiknya yang semakin melemah, akhirnya tim medis tidak mampu lagi berbuat banyak, hingga mati dalam kondisi mengidap penyakit," ujarnya di Bukitinggi, Minggu.

Dikatakannya, Meri yang berusia sekitar 32 tahun sudah puluhan tahun menghuni kebun binatang Bukittinggi. Dalam satu tahun belakangan, jelasnya, kondisi kesehatan Meri memang terlihat menurun. Kala diberi makan buah, ungkapnya, Meri hanya mengambil sarinya dan membuang ampasnya.

"Pihak tim medis TMSBK selalu memberikan support, vitamin, serta obat-obatan yang dibutuhkan untuk menyembuhkan sakit yang diderita Meri. Namun, tiga hari yang lewat kondisinya memburuk dan kemarin kritis, jadi tim medis dan BKSDA melakukan infus dan penambahan oksigen dan setelah berusaha nyawa Meri tidak tertolong lagi," tandasnya.

Meri pertama kali kita bawa dari Yogyakarta pada 1996 dan merupakan spesies orangutan asal Pulau Sumatra. Sepeninggal Meri, TMSBK otomatis hanya mengoleksi satu ekor satwa orangutan berjenis kelamin jantan yang diberi nama Pampam yang telah berusia 48 tahun.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat, Khairi Ramadhan, mengatakan, pihaknya tengah menunggu hasil laboratorium terkait kematian dari hewan penghuni kebun binatang Bukittinggi ini.

TMSBK memiliki koleksi lebih dari 500 ekor satwa beraneka jenis. Beberapa di antaranya, tergolong satwa langka seperti harimau sumatra, orangutan, gajah, singa Afrika, kasuari, dan pelbagai jenis ular. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More