Tunjangan Guru Seharusnya untuk Peningkatan Kompetensi

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Minggu, 12 Agu 2018, 18:55 WIB Humaniora
Tunjangan Guru Seharusnya untuk Peningkatan Kompetensi

Ilustrasi

PARA guru diminta memanfaatkan tunjangan yang didapat untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi mereka.

"Banyak guru yang sudah mendapatkan uang tunjangan dapat digunakan untuk meningkatkan kompetensi," tegas Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Supriano dalam Pembukaan Pemilihan Guru Berprestasi dan Berdedikasi Tingkat Nasional' di Jakarta, Minggu (12/8).

Menurutnya, semua guru harus meningkatkan kompetensi apalagi dengan perkembangan teknologi yang cepat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, imbuh Supriano, akan mengarahkan dana tunjangan guru untuk peningkatkan kompetensi. Mekanismenya masih akan dibahas bersama dengan organisasi profesi.

"Bagaimana pola supaya nanti (tunjangan) bisa disisihkan. Kalau belajar dari Provinsi DKI melalui model e-wallet. Jadi berapa besaran tunjangan yang untuk peningkatan kompetensi," terangnya.

Supriano mengakui saat ini masih ada ketimpangan kompetensi guru antara daerah yang sarana dan prasarana yang sudah baik dengan daerah dengan keterbatasan. Ketimpangan itu, imbuhnya, tidak lepas dari terbatasnya dana.

"Bagi kabupaten/kota yang dananya besar mereka dapat meningkatkan kompetensi para guru, tapi bagi  daerah dengan pendapatan asli daerahnya (PAD) kecil, mereka  tidak bisa melakukan apa-apa," ucap dia.

Oleh karena itu, Ditjen GTK, tutur Supriano, memberikan kesempatan kepada guru daerah yang sudah memenuhi kriteria untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Adapun tujuan PPG untuk  menyamakan kompetensi guru baik dari sisi akademis maupun pedagogik atau kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik.

"Kompetensi guru di daerah terpencil dan di perkotaan harapannya sama. Kalau sudah mengikuti PPG ditaruh di manapun kompetensinya sama," terangnya.

Program PPG sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2017 tentang kewajiban guru memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikat pendidik. Pemerintah juga memberikan PPG bersubsidi bagi guru yang ingin mengikuti program tersebut. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More