GNPF Tarik Dukungan, Sudirman Said : Akan Ada Dialog

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 17:05 WIB Politik dan Hukum
GNPF Tarik Dukungan, Sudirman Said : Akan Ada Dialog

MI/PANCA SYURKANI

POLITISI Partai Gerindra Sudirman Said meminta rencana diselenggarakannya Ijtima Ulama II yang dikaitkan dengan penarikan dukungan GNPF, jangan dibesar-besarkan.

Dukungan GNPF dapat dibicarakan melalui dialog, sehingga tidak perlu dipertentangkan maupun dipertajam. Sudirman juga menilai Prabowo tidak mengkhianati putusan Ijtima Ulama GNPF I, karena menjadi bagian dari rekomendasi tersebut.

"Akan ada dialog-dialog. Kita tidak boleh memicu penajaman perbedaan pandangan, Pak Prabowo juga hasil rekomendasi. Itu sesuatu yang bisa didialogkan," terang Sudirman Said di Jakarta, Sabtu (11/8).

Dengan memilih cawapres Sandi yang tidak berasal dari kalangan ulama sebagaimana rekomendasi Ijtima Ulama GNPF, bukan lah langkah pengkhianatan atas keputusan.

Dirinya berpendapat, baik Prabowo maupun Sandiaga serta para elit politik tentu mendengar semua masukan, bukan hanya dari ulama melainkan juga masyarakat. Bagi Sudirman, proses mendengar, evaluasi, menimbang, dan mengambil keputusan adalah bagian dari proses demokrasi.

"Proses demokrasi itu akan selalu mendengar, memperhatikan, menimbang dan memutuskan. Itulah yang sudah dilakukan, jadi nanti kedepannya kalau ada (putusan) yang baru (Ijtima Ulama GNPF II), kita akan respon dengan yang baru juga," tuturnya.

Termasuk terkait dengan seruan dari Rizieq, yang menurut Sudirman merupakan tokoh senior yang sudah tentu mempertimbangkan situasi lapangan. Semua hal tersebut, menurut Sudirman akan selesai melalui dialog dan komunikasi.

"Ini soal dialog, soal komunikasi menurut saya. Sehingga tidak perlu dibesar-besarkan. Hal yang perlu dilihat itu adalah rasa cinta bangsa dan apapun yang dipikirkan untuk kepentingan bangsa dan negara," terang Sudirman.

Sebagaimana diketahui sebelumnya Ijtima Ulama yang dipelopori Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama yang dilakukan pada 27-29 Juli 2018 lalu menghasilkan rekomendasi mengusung Prabowo sebagai cawapres. Sedangkan untuk cawapresnya diputuskan dengan dua opsi, yakni Salim Segaf Al Jufri atau Ustad Abdul Somad.

Namun dengan tidak dipilihnya cawapres sesuai dengan rekomendasi mendorong dilakukannya Ijtima Ulama GNPF ke II. Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri menduga Ijtima Ulama GNPF ke II dilakukan untuk merespons rekomendasi ijtima ulama pertama yang tak diakomodir.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More