Sekjen Partai Koalisi Jokowi Matangkan Struktur Kampanye

Penulis: Golda Eksa Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 15:15 WIB Politik dan Hukum
Sekjen Partai Koalisi Jokowi Matangkan Struktur Kampanye

ANTARA/APRILLIO AKBAR

SELURUH partai pengusung dan pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin untuk pilpres 2019 bakal mematangkan konsep serta struktur kampanye nasional. Rapat yang dihadiri para sekretaris jenderal dari sembilan parpol itu digelar pukul 15.00 WIB, di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat.

"Di situlah kita sudah sepakati, akan diisi secara inklusif secara proporsional, dan tentu juga melihat aspek meritokrasi atau melihat kapabilitas dan akseptabilitas orang-orang yang akan mengisi posisi itu," ujar Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (11/8).

Ia pun belum bisa membeberkan mengenai format penyusunan tim pemenangan tersebut. Bahkan, figur ketua tim kampanye juga masih digodok. Prinsipnya, pemegang komando haruslah kandidat yang memiliki wibawa politik dan kemampuan manajerial.

Disinggung apakah Wapres Jusuf Kalla pantas diplot sebagai ketua tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Antoni mengaku tidak tahu.

"Jadi, nama (ketua tim) masih dalam perbincangan. Siapa pun orangnya nanti mungkin akan segera diumumkan secara formal oleh tim kesekjenan," tuturnya.

Dalam rapat tersebut, imbuh dia, para sekjen partai pendukung juga diminta mengusulkan kader-kader terbaik untuk mengisi 10 direktorat. Salah satunya ialah direktorat pemenangan untuk kaum milenial dan pemilih pemula.

"Saya kira nanti kami akan berusaha semaksimal mungkin. Akan kami kontribusikan kader terbaik PSI untuk merumusukan strategi memenangkan hati kaum milenial agar Pak Jokowi kembali terpilih," pungkasnya.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More