Demokrat Klaim All-Out Menangkan Prabowo-Sandi

Penulis: Nurjiyanto Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 15:11 WIB Politik dan Hukum
Demokrat Klaim All-Out Menangkan Prabowo-Sandi

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

WAKIL Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo membantah jika ketidakhadiran Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat pendaftaran pasangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno membuat partainya setengah hati dalam proses pemenagan Pilpres mendatang.

Dirinya mengklaim dengan adanya keputusan Majelis Tinggi Partai Demokrat untuk mendukung Prabowo-Sandi merupakan komitmen institusional partai. Mesin partai pun akan digerakkan secara maksimal untuk memenangkan pasangan calon tersebut.

"Setelah ada keputusan, Mas Agus Harimurti Yudhoyono, Mas Ibas beserta elit partai langsung datang ke KPU dan menandatangani formulir pada berkas pendaftaran pasangan capres-cawapres. Dan keduanya ini posisinya petinggi partai," ungkapnya seusai menghadiri diskusi Warung Daun di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (11/8).

Terkait keputusan yang lamban, Roy Suryo membantah. Bagi dia, dalam setiap mengambil keputusan atau tindakan SBY memang tidak grasak-grusuk.

"Pak SBY dalam setiap tindakan dan pembuatan keputusan, selalu tenang, tidak grusah-grusuh. Karena itu, keputusannya selalu cermat, tidak perlu dikoreksi lagi," katanya.

Saat ditanya cuitan Wasekjen Demokrat Andi Arief terkait adanya mahar Rp500 M kepada PAN dan PKS, dirinya mengklaim hal tersebut bukan sikap partai. Ia pun mempersilakan kepada siapapun mengajukan langkah hukum secara pribadi kepada Andi.

"Kalau ada teman-teman yang mau meperkarakan ya dipersilakan karena itu sikap pribadi bukan sikap institusi partai," pungkasnya.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More