Gerindra: Pengunduran Diri Sandi dari Jabatan Partai Tinggal Disahkan

Penulis: Nurjianto Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 15:06 WIB Politik dan Hukum
Gerindra: Pengunduran Diri Sandi dari Jabatan Partai Tinggal Disahkan

ANTARA/GALIH PRADIPTA

Ketua Bidang Advokasi dan Hukum Partai Gerindra Habibirokhmam mengatakan pengajuan pengunduran diri Sandiaga Uno sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra saat ini tinggal disahkan dalam sidang Majelis Kehormatan Partai Gerindra. Dirinya menuturkan pengajuan resmi dari Sandi sendiri telah diterima oleh pihak partai Gerindra.

Sidang tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada hari Senin (13/8). Hal tersebut pun dilakukan agar Sandi dapat diterima oleh gabungan parpol koalisi yakni Demokrat-PAN-PKS.

"Pengajuannya sudah tinggal diresmikan di Majelis Kehormatan Gerindra, kemungkinan Senin ya karena besok kan Minggu," ungkapnya seusai menghadiri diskusi Warung Daun dikawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (11/8).

Sebelumnya Sandiaga Uno didapuk menjadi Cawapres Prabowo Subianto dalam gelaran Pilpres 2019. Namun, penunjukan Sandi tersebut menuai ganjalan sebab statusnya sebagai kader Partai Gerindra.

Ganjalan tersebut salah satunya diungkapkan oleh Partai Amanat Nasional (PAN). Karenanya, munculah opsi pengunduran diri Sandi dari struktural partai Gerindra.

PAN juga memberikab opsi agar Sandiaga dapat berlabuh ke PAN. Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Dewan Kehormatan PAN Drajad Wibowo. Opsi tersebut muncul karena Sandi berasal dari partai yang sama dengan Prabowo Subianto yakni Gerindra.

"Kalau Gerindra-Gerindra mungkin nanti akan susah begitu ya dimasyarakat. Jadi kita lihat apakah nanti Mas Sandi akan mengundurkan diri dari Gerindra atau masuk PAN atau bagaimana kita tunggu lah," ungkapnya di kediaman Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8). (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More