PSI: Jokowi Sosok Pendobrak Tradisi Politik Lama

Penulis: Golda Eksa Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 14:49 WIB Politik dan Hukum
PSI: Jokowi Sosok Pendobrak Tradisi Politik Lama

ANTARA/PUSPA PERWITASARI

SOSOK capres petahana, Joko Widodo, dinilai sebagai pendobrak kebekuan tradisi politik lama yang sudah puluhan tahun dimonopoli oleh para ningrat politik nasional. Jokowi pun mewakili semangat zaman dan semangat kelompok muda.

Demikian pernyataan sikap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang dibacakan Ketua Umum PSI Grace Natalie kepada wartawan, di Jakarta, Sabtu (11/8). Pernyataan sikap tersebut menyusul tidak terpilihnya Mahfud Md sebagai pendamping petahana.

"Sampai sekarang PSI tetap mendukung Presiden Joko Widodo. Bagi kami sosok Jokowi mencerminkan perubahan penting elit politik Indonesia dan mewakili nilai yang kami yakini tentang pembaruan, egalitarianisme, kerja keras, dekat dengan rakyat, sederhana dan bersih," ujarnya.

Dari sejumlah elite nasional, sambung dia, figur yang paling dekat dengan semangat PSI ialah Mahfud Md. Menurut dia, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu merupakan tokoh independen, berintegritas, profesional, berpengalaman melayani publik dalam skala nasional, serta relatif masih muda.

"Ia juga figur yang relatif inklusif untuk berbagai golongan, dan karena itu kami sejak awal berharap dan mendukung Mahfud Md menjadi cawapres untuk Jokowi," tuturnya.

Namun, dalam realitasnya, partai politik koalisi yang mengusung serta mendukung petahana justru memiliki pandangan lain. Pemilihan Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin pun dinilai sebagai hasil maksimal yang diperoleh dari komunikasi antara partai dan capres petahana.

"Ini akan menjadi pelajaran bagi kita semua, pelajaran tentang perlunya partai politik yang mempunyai visi inklusif untuk seluruh bangsa. PSI memahami situasi pelik yang dihadapi presiden dalam mengambil keputusan mengenai calon wakil presiden. Kami bagaimana pun tetap akan mendukungnya sampai hari ini dan dalam pemilihan presiden 2019."

Di sisi lain, lanjut Grace, PSI memohon kepada seluruh masyarakat selaku pemilih agar tetap solid mendukung Jokowi. Masyarakat sejatinya tidak golput dan bersedia mencoblos pada tanggal 17 April 2019 demi masa depan Indonesia yang lebih baik.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More