Perkuat Penanganan Ekonomi, Koalisi Jokowi Rekrut Chairul Tanjung

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 14:29 WIB Politik dan Hukum
Perkuat Penanganan Ekonomi, Koalisi Jokowi Rekrut Chairul Tanjung

DOK MI/ATET DWI PRAMADIA

POLITISI Partai Nasional Demokrat (NasDem) Taufiqulhadi mengungkapkan penyelesaian persoalan bangsa khususnya ekonomi, tidak bisa hanya dikerjakan oleh presiden. Perlu tim yang kuat guna mendukung kerja-kerja presiden.

"Misalnya untuk masalah ekonomi umat ada cawapres Ma'ruf Amin. Selain itu salah satu yang akan masuk menjadi tim ekonomi pak Jokowi adalah pak Chairul Tanjung untuk memperkuat ekonomi kita," terang Taufiqulhadi di Jakarta, Sabtu (11/8).

Akan tetapi, ia enggan menjelaskan lebih lanjut terkait posisi teknis Chairul Tanjung. Yang pasti, pihaknya akan memasukkan pria yang karib disapa CT itu dalam tim ekonomi koalisi Jokowi.

Sementara itu, hadirnya Ma'ruf Amin yang membawa konsep ekonomi umat akan melengkapi pendekatan ekonomi yang dibawa tim Jokowi. Menggerakkan ekonomi umat, dengan memudahkan akses masyarakat menengah ke bawah pada perbankan.

"Untuk itu peranan Ma'ruf Amin menjadi penting dalam upaya membangun ekonomi keumatan, karena dirinya paham betul bagaimana membangun ekonomi keumatan," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Politisi Partai Gerindra Sudirman Said juga mengatakan ekonomi akan menjadi salah satu isu yang akan menjadi fokus dalam kampanye Prabowo- Sandiaga, selain hukum dan keadilan sosial.

Untuk itu, pihaknya akan menciptakan harga yang terjangkau beserta kemunculan lapangan kerja. Hal itu dijelaskan menyusul ungkapan Sandi terkait partai emak-emak, karena Prabowo dan Sandi akan memperhatikan kebutuhan para ibu dan calon ibu di Indonesia.

"Pemilu itu adalah waktu terbaik utuk mereview apakah memang yang selama ini sudah baik atau tidak, sehingga perlu solusi baru," pungkas Sudirman Said.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More