TNI AU dan AP I Kerja Sama Pendayagunaan Aset Tetap Bandara

Penulis: Arnoldus Dhae Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 15:15 WIB Nusantara
TNI AU dan AP I Kerja Sama Pendayagunaan Aset Tetap Bandara

ANTARA/Fikri Yusuf

PT Angkasa Pura I (Persero) dan TNI Angkatan Udara (AU) melaksanakan Penandatanganan Kesepakatan Bersama mengenai Pendayagunaan Aset Tetap Perusahaan untuk Pembangunan Relokasi Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai serta Penandatanganan Perjanjian mengenai Penggunaan Bersama Pangkalan TNI Angkatan Udara Pattimura Ambon Sebagai Bandar Udara. 

Pendatanganan Kesepakatan dan Perjanjian Kerja sama dilaksanakan oleh Direktur Sumber Daya Manusia & Umum PT Angkasa Pura I (Persero) Adi Nugroho bersama Panglima Komando Operasi Angkatan Udara III Tamsil Gustari Malik di Ruang Rapat Novotel Bali Ngurah Rai Airport. 

“Penandatangan kesepakatan bersama antara Angkasa Pura I dan TNI AU merupakan salah satu bentuk sinergi antar instansi yang dilandasi oleh semangat untuk meningkatkan sarana & prasarana di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali guna mendukung penyelenggaraan World Bank Group Annual Meeting 2018 yang dilaksanakan pada Oktober mendatang,” ujar Direktur SDM & Umum Angkasa Pura I, Adi Nugroho, Sabtu (11/8).

Melalui Penandatanganan Kesepakatan Bersama ini Angkasa Pura I akan membangun bangunan Base Ops dan Safe House Lanud I Gusti Ngurah Rai sebagai bangunan pengganti Base Ops dan Safe House Lanud I Gusti Ngurah Rai yang terkena proyek pembangunan peningkatan kapasitas apron. Bangunan baru tersebut akan beradadi sisi timur apron Bandara I Gusti Ngurah Rai. Adapun masa berlaku kesepakatan bersama ini adalah 2 (dua) tahun sejak ditandatangani. 

Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali telah mempersiapkan beberapa hal untuk menyambut World Bank Group Annual Meeting 2018, antara lain dengan menambah jam operasi menjadi 24 jam, peningkatan kapasitas runway menjadi 33 penerbangan per jam dari yang semula 30 penerbangan, Rapid Exit Taxiway dari 3 menjadi 4, Penambahan parking Stand menjadi 63 parking stand dari kondisi eksisting sebanyak 53.

Selain itu Bandara Ngurah Rai akan meningkatkan kapasitas counter check in internasional diperluas dan diperbanyak dari 96 unit konter check in seluas 2.470 meter persegi mejadi 126 unit dengan luas 4.420 meter persegi, dan melakukan peningkatan kapasitas parkir kendaraan roda empat dari 600 unit menjadi 1.615 unit. 

Melalui pengembangan ini akan mampu menambah kapasitas penumpang menjadi 22.650 penumpang per hari sehingga siap menyambut 17.000 delegasi dan 23 kepala negara pada IMF World Bank Annual Meeting 2018 di bulan Oktober. 

Selain itu Penandatanganan Perjanjian antara Angkasa Pura I dan TNI Angkatan Udara juga meliputi operasional penggunaan bersama Pangkalan TNI AU Patimura sebagai Bandar Udara dan Pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) pada TNI AU di Pangkalan TNI AU Pattimura. 

Ruang lingkup perjanjian yang meliputi kegiatan operasional adalah Daerah Lingkungan Kerja, Rencana Induk Bandar Udara, Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan, dan Penetapan Jam Operasional Bandar Udara. 

Sementara ruang lingkup yang meliputi kegiatan pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN) adalah Status tanah, jangka waktu, aset bekas bandar udara, kontribusi tetap dan profit sharing. 

“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi – tingginya kepada TNI Angkatan Udara atas penandatanganan kesepakatan dan perjanjian  kerjasama ini. Semoga kerjasama ini dapat benar – benar bermanfaat bagi semua pihak  serta mampu mengoptimalisasi aset-aset yang ada di dua bandara yang kami kelola ini,” tambah Adi. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More