Berkat Nawa Cita, Dua Maskapai Hinggap di Pulau Anambas

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 15:00 WIB Ekonomi
Berkat Nawa Cita, Dua Maskapai Hinggap di Pulau Anambas

ANTARA/Spedy Paereng

BANDAR Udara Letung, Anambas hari ini, Sabtu (11/8), mulai melayani penerbangan reguler perdana maskapai penerbangan Wings Air menyusul Susi Air, dengan rute penerbangan Batam-Letung menggunakan pesawat tipe ATR 72-600 berkapasitas 72 seat. 

Wings Air akan beroperasi melayani penerbangan Batam-Letung PP 3x seminggu, Senin, Rabu dan Jumat pukul 12.30 WIB.

Staf Ahli bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan Cris Kuntadi, dalam sambutannya saat meresmikan penerbangan reguler perdana ini menyatakan bahwa Kementerian Perhubungan ditugasi untuk mengkoneksikan wilayah satu dengan yang lainnya, termasuk di Kepulauan Anambas, baik dari sektor transportasi darat, laut maupun udara.

"Kami tidak berhenti hanya sampai berdirinya sebuah bandara. Kami juga menyiapkan perangkat pendukung hingga menarik maskapai untuk beroperasi di bandara-bandara yang telah dibangun," ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (11/8).

Menurut Cris, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tidak hanya menyiapkan infrastruktur bandara tetapi juga menyiapkan seluruh elemen pendukungnya hingga menarik bagi maskapai untuk beroperasi pada bandara tersebut.

"Kami bersyukur penerbangan komersil dapat masuk ke bandara ini, sehingga dana subsidi dapat digunakan untuk kepentingan lain. Contohnya untuk perpanjang runway, biar nantinya cita-cita warga Anambas memiliki bandara internasional dapat cepat terwujud,” ujar Cris lagi.

Bandar Udara Letung merupakan salah satu bandara terdepan Indonesia yang terletak di Kepulauan Anambas. Bandara ini dikelola Kementerian Perhubungan dibawah koordinasi Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Dabo Singkep.

Pembangunan Bandar Udara Letung yang dimulai sejak 2014 merupakan tindak lanjut atas Program Nawa Cita, terutama cita ketiga dari Presiden Joko Widodo yaitu untuk membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan dengan mengedepankan pembangunan dari wilayah terdepan dan membuka daerah terisolisolasi.

Setelah 2,5 tahun pembangunan, bandara yang memiliki dimensi runway 1400 m x 30 m ini memulai operasional dengan masuknya penerbangan perintis oleh maskapai Susi Air. Melalui penerbangan perintis ini Direktorat Jenderal Perhubungan Udara berkomitmen memberikan subsidi bagi maskapai penerbangan Susi Air guna membentuk pasar transportasi penerbangan di Kepulauan Anambas dan sekitarnya.

Hal tersebut karena penggunaan moda transportasi lain tidak cukup cepat untuk mendistribusikan orang dan barang dari dan ke Kepulauan Anambas, sehingga secara tidak langsung menghambat laju perekonomian setempat.

Pada Bulan Maret 2018, Wings Air telah melakukan proofing flight guna melihat kesiapan Bandara Letung untuk didarati pesawat jenis ATR 72-600. Setelah melewati berbagai catatan dan evaluasi akhirnya ditetapkan pada tanggal 10 Agustus 2018 Wings Air mulai melakukan operasional penerbangan dengan rute Batam - Letung PP.

Penerbangan ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan perekonomian di Kepulauan Anambas dan sekitarnya dan dapat merangsang dunia penerbangan untuk beroperasi setiap hari di Bandara Letung.

Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Wan Zuhendra yang mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas dorongan dan usahanya sehingga dapat mewujudkan penerbangan reguler bagi warga Anambas.

"Mudah mudahan dengan banyaknya maskapai nanti, dapat memberikan kemudahan bagi warga dan meningkatkan kesejahteraan warga Anambas," tutupnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More