Kursi Wagub Kosong, Taufik Tuding PKS Pemburu Jabatan

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 14:45 WIB Megapolitan
Kursi Wagub Kosong, Taufik Tuding PKS Pemburu Jabatan

KETUA DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik meminta Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bersabar terkait kursi Wakil Gubernur DKI yang kini kosong setelah Sandiaga Uno mengundurkan diri. Taufik menuding PKS sudah seperti pemburu jabatan.

"Sabar dong PKS, sudah kaya pemburu jabatan saja. Memangnya jabatan itu apaan dibagi bagi gitu? Memangnya kita sedang bagi bagi jabatan? Semua itu kan nanti akan ditentukan oleh DPRD juga," kata Taufik ketika dihubungi, Sabtu (11/8).

Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman mengklaim Gerindra memberikan hak prioritas kepada PKS untuk mengisi wagub yang ditinggalkan Sandi. Menurut Sohibul, Gerindra menyerahkan posisi Wagub DKI Jakarta ke PKS lantaran telah memberikan posisi cawapres kepada Sandi.

Taufik menegaskan pada akhirnya pengganti Sandiaga Uno akan bergantung sosok yang dipilih oleh seluruh anggota DPRD DKI.

"Jadi bukan berdasarkan bagi bagi jabatan. Kita tidak sedang melakukan itu. Tergantung nanti pilhan DPRD siapa," ujarnya.

Di sisi lain, Taufik mengakui jika dirinya akan diusulkaan sebagai kandidat Wakil Gubernur oleh Partai Gerindra. Namun, akan ada waktu khusus untuk itu mengingat saat ini Partai Gerindra masih sibuk mengurusi pencalonan Prabowo Subianto dan Sandiaga sebagai capres dan cawapres.

"Saya mungkin akan diusulkan jadi kandidat wagub karena saya Ketua DPD DKI, tapi nanti pada waktunya. Sekarang ini belum kering loh, baru kemarin Pak Sandiaga mundur dan diantarkan ke KPU," tuturnya.

Sandiaga menyatakan permohonan mundur dari kursi DKI 2 pada Jumat (10/8) lantaran maju sebagai calon wakil presiden. Gubernur Anies Baswedan pun masih enggan membicarakan sosok pengganti Sandiaga.

"Sudahlah sabar dulu. Nanti pada saatnya juga akan diurus. Sabar dulu. Pak Anies saja tidak mengeluh jabatan wakil sementara kosong, sistem di Pemprov juga tidak mempersoalkan itu," tutur Taufik. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More