Trump Gandakan Tarif Baja dan Alumunium dari Turki

Penulis: Denny Parsaulian Sinaga Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 14:11 WIB Internasional
Trump Gandakan Tarif Baja dan Alumunium dari Turki

AFP/YASIN AKGUL

PRESIDEN AS Donald Trump telah menggandakan tarif baja dan aluminium asal Turki. Hal ini dilakukan karena hubungan antar kedua negara ini sedang tidak baik.

"Saya baru saja mengesahkan penggandaan tarif pada baja dan aluminium. Ini dilakukan saat mata uang mereka, lira Turki, meluncur dengan cepat terhadap dolar kami yang sangat kuat!" cuit Trump dalam akun Twitternya.

"Hubungan kita dengan Turki tidak bagus saat ini!"

Pengumuman Trump hadir karena Lira Turki mencapai rekor terendah terhadap dolar AS dan euro. Lira kehilangan hampir 9% nilai, karena ketegangan dengan Amerika Serikat tidak juga mereda.

Washington memberlakukan tarif logam atas dasar keamanan nasional. Kelebihan baja dan aluminium dapat merugikan perusahaan AS dan kondisi ekonomi.

Ekonom, Chad Bown, spesialisasi dalam masalah perdagangan, mengatakan Turki menyumbang lebih dari 4% impor baja AS pada 2017, tetapi sebagian kecil dari aluminium dibawa ke AS.

Turki berselisih dengan Amerika Serikat dalam salah satu pertikaian terburuk, setelah penahanan pendeta Amerika Andrew Brunson yang menyeret dua menteri Turki.

Bulan ini, Washington menjatuhkan sanksi kepada pejabat senior Turki hingga membuat Presiden Recep Tayyip Erdogan marah. Ia pun mendorong untuk melakukan aksi balasan kepada AS.

Sementara itu, pasar sangat khawatir atas arah kebijakan ekonomi di bawah kepemimpinan Erdogan, dengan inflasi hampir 16%. Namun, bank sentral enggan menaikkan suku bunga, sebagai salah satu upaya penyelesaian.

Jumat (10/8) lalu, Erdogan meminta warga untuk terus mendukung mata uang lira.

"Kami tidak akan kalah dalam perang ekonomi. Jika Anda memiliki dolar, euro atau emas di bawah bantal Anda, pergilah ke bank untuk menukarnya dengan lira Turki. Ini adalah pertarungan nasional," kata stasiun televisi TRT Haber yang mengutip Erdogan.

Dalam tiga bulan pertama di 2018, ekspor baja Turki ke Amerika Serikat turun hampir 50% selama periode yang sama pada 2017.(AFP/OL-6)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More