Dua dari 4 Mahasiswa UMN yang Hanyut di Sungai Asahan Ditemukan Meninggal

Penulis: Puji Santoso Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 14:30 WIB Nusantara
Dua dari 4 Mahasiswa UMN yang Hanyut di Sungai Asahan Ditemukan Meninggal

MI/ROMMY PUJIANTO

DUA mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) yang hanyut di Sungai Asahan berhasil ditemukan tim gabungan. Keduanya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Kamis (9/8) malam.

"Kedua korban ditemukan di aliran Sungai Asahan, tepatnya di titik jembatan Bandar Pulau," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Asahan, Khaidir Sinaga, saat dihubungi, Sabtu (11/8).

Khaidir menjelaskan, dua korban yang ditemukan tersebut adalah Maya Daulay, 21, dan Maulidia Batubara, 21. Keduanya mahasiswa UMN dan merupakan warga Desa Tembung, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.

"Jenazah Maya ditemukan tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB, sedangkan Maulida ditemukan pukul 00.00 WIB dini hari tadi," jelasnya.

Khaidir mengungkapkan, setelah kedua jenazah tersebut ditemukan, keduanya langsung dibawa ke Puskesmas yang berada di Pulau Rakyat, dan selanjutnya diserahkan kepada keluarga mereka.

"Saat ini tim gabungan masih mencari dua korban lainnya. Keduanya yakni Dwihadi Hendra, 21, mahasiswa UMN, warga Sumatera Barat, dan Fery, 14, pelajar asal Siumbut-umbut," ungkapnya.

Selain BPBD Asahan dan Basarnas, dalam pencarian tersebut juga dibantu oleh Mapala dari UMN, masyarakat setempat dan relawan.

Peristiwa ini berawal saat delapan mahasiswa UMN ditemani enam warga Kelurahan Siumbut-umbut, Kisaran, mendatangi aliran Sungai Asahan di Desa Marjanji Aceh. Mereka dikabarkan ingin rekreasi selepas Kuliah Kerja Nyata (KKN), Rabu (8/8).

Mereka menumpang mobil pick up dan tiba di sekitar sungai pukul 15.30 WIB. Namun, saat mereka hendak mandi-mandi di Sungai Asahan tersebut, dua rekan mereka terbawa arus yang cukup deras.

Melihat dua orang itu terbawa arus, tiga rekan mereka mencoba menyelamatkannya. Tapi, malah mereka ikut terbawa arus. Warga yang melihat mereka hanyut kemudian mencoba menolong dan berhasil menyelamatkan satu orang.

Secara terpisah, Rektor UMN Hardi Mulyono Surbakti mengucapkan duka cita mendalam kepada keluarga korban atas musibah tersebut. 

"Kami seluruh civitas dan keluarga besar UMN berduka cita mendalam atas musibah ini," kata Hardi kepada Media Indonesia.

Dia mengatakan, pihak kampus sampai saat ini masih berada di lokasi Sungai Asahan untuk menemukan dua mahasiswa UMN lainnya yang sampai saat ini masih belum ditemukan oleh tim Basarnas setempat.

Menurut dia, empat mahasiswa UMN sebelumnya melakukan Kuliah Kerja Nyata di Asahan. Namun, setelah selesai mengikuti KKN, mereka pun menyempatkan diri untuk berpergian ke Sungai Asahan untuk mandi-mandi. 

"Setelah itu tak ada lagi kabar dari mereka," ujar Hardi. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More