LRT Velodrome-Kelapa Gading Tidak Digunakan Untuk Asian Games

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 13:39 WIB Megapolitan
LRT Velodrome-Kelapa Gading Tidak Digunakan Untuk Asian Games

ANTARA/SIGID KURNIAWAN

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan light rail transit (LRT) rute Velodrome-Kelapa Gading tidak digunakan untuk Asian Games 2018. Hingga kini, LRT Velodrome-Kelapa Gading masih belum beroperasi.

"Itu memang enggak dipakai untuk kegiatan Asian Games. Enggak dipakai," kata Anies di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8).

Anies enggan memastikan kapan LRT bisa mulai uji operasi. Karena, aspek keselamatan menjadi prioritas.

"Yang penting keselamatan, bukan tanggalnya," tuturnya.

LRT Velodrome-Kelapa Gading, imbuh Anies, juga tidak dipakai untuk mengangkut atlet yang bertanding di Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur.

"Itu yang saya tanya pada aparat, untuk apa LRT? Untuk apa? Itu untuk kemana coba? Ke mall. Ngapain atlet ke mall?" pungkasnya.

Saat masih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, sempat mengatakan waktu pembukaan LRT Velodrome-Kelapa Gading pada 10 Agustus. Namun hingga kini, LRT urung diresmikan.

LRT rute Velodrome-Kelapa Gading rencananya akan diuji operasi secara terbatas selama Asian Games. Namun, uji operasi baru bisa dilaksanakan setelah terbit sertifikasi dari Kementerian Perhubungan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menuturkan sertifikasi ditargetkan baru turun pada 13-14 Agustus mendatang. Setelah itu, pihaknya baru bisa menerbitkan izin uji operasi selama Asian Games. Adapun saat uji operasi, LRT belum bisa dinikmati masyarakat. Uji operasi hanya berlaku untuk undangan seperti, stakeholders, media, serta siswa sekolah.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More