Tugas Industri Migas Tentukan Parameter Efisiensi

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 14:00 WIB Ekonomi
Tugas Industri Migas Tentukan Parameter Efisiensi

ANTARA/Wahyu Putro A

WAKIL Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menegaskan bahwa biaya yang dibutuhkan sebuah perusahaan minyak dan gas bumi (migas) untuk memproduksi satu barel minyak tidak serta merta dapat menentukan nilai efisiensi perusahaan tersebut. 

Hal tersebut disebabkan lapangan migas dengan produksi besar tentu memiliki biaya per barel lebih rendah daripada lapangan migas dengan produksi kecil.

"Apakah cost (biaya) per barel itu yang menentukan efisiensi sebuah oil company atau tidak? Setiap lapangan yang berproduksi besar pasti biaya per barelnya kecil. Sebaliknya, setiap lapangan yang kecil, biaya per barelnya pasti besar," ujar Arcandra dalam keterangan resmi, Sabtu (11/8).

Untuk menentukan apakah sebuah perusahaan hulu migas efisien atau tidak, sebut Arcandra, belum tentu bisa ditentukan lewat biaya per barel. Karena biaya itu banyak komponen, belum tentu tergantung dari jumlah produksi.

Menurut Arcandra, daripada menghitung biaya per barel, efisiensi perusahaan migas dapat dihitung melalui pembiayaan kegiatan hulu migas yang dilakukan, sebagai contoh adalah kegiatan pengeboran permeter kedalaman dan biaya personal pertahun.

"Kita bisa tentukan biaya pengeborannya. Berapa dolar per meter. Misalnya begini, kita menggunakan skala ekonomi. Kalau skala besar, pasti dia lebih efisien. Tetapi belum tentu untuk biaya bila dibandingkan lebih detil, misalkan ongkos drilling-nya. Berapa dolar per meter kedalaman persumur. Hitungan ini lebih cocok," tuturnya.

Untuk biaya personal per tahun, Arcandra mencontohkan dua perusahaan dengan pengeluaran berbeda untuk kualifikasi pegawai yang sama. Tentu perusahaan dengan pengeluaran yang lebih sedikit yang lebih efisien.

"Misalnya biaya per orang per tahun. Kalau perusahaan A dalam setahun hanya mengeluarkan US$30 ribu per orang. Perusahaan B, dengan kualifikasi yg sama, US$60 ribu per orang. Mana lebih efisien dengan kualifikasi sama? Tentu yang US$30 ribu per orang," katanya.

Arcandra mengatakan, parameter penentu efisiensi sebuah perusahaan migas harus tetap dicari. 

"Mungkin ini harus dicari paramaternya apa untuk efisiensi ini. Tetapi saya agak kurang sependapat kalau biaya per barel menjadikan apakah sebuah company efisien apa tidak," pungkasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More