Pemprov DKI Tidak Beri Pengecualian Ganjil-Genap pada Grab

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 10:05 WIB Megapolitan
Pemprov DKI Tidak Beri Pengecualian Ganjil-Genap pada Grab

MI/ADAM DWI
Suasana kepadatan lalulintas Jalan MT Haryono, setelah penerapan aturan plat nomor ganji-genap, Jakarta, Kamis (2/8).

KEPALA Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menegaskan tidak ada pengecualian untuk pengemudi Grabcar pada sistem ganjil genap. Apalagi, belum seluruh armada Grabcar belum memenuhi persyaratan sebagai angkutan sewa khusus.

Andri menjelaskan armada Grabcar diharuskan untuk lulus uji kir serta memasang stiker angkutan sewa khusus (ASK). Namun hingga saat ini, masih banyak armada Grab yang tidak memenuhi persyaratan tersebut sehingga tidak bisa dibedakan dengan mobil pribadi.

“Saya bertanya, kenapa dari dulu enggak dipasang? Waktu ada ganjil genap baru dipasang. Saya bilang ‘anda tidak ada itikad baik’,” tegas Andri di Jakarta Pusat, Sabtu (11/8).

Andri menegaskan pihaknya tidak bisa memberi dispensasi tersebut.

“Mau ada stiker, enggak ada stiker, untuk saat ini enggak boleh. Karena dia tidak memberikan data yang sesungguhnya kepada kami. Tidak ada jaminan,” tambahnya.

Apalagi, kata Andri, Grab belum memberi data rinci jumlah mitra dan armada mereka kepada Pemprov DKI serta berapa jumlah armada mereka yang telah berizin, seperti lulus uji KIR dan memasang stiker khusus.

Kepada Pemprov DKI, Grab baru mengaku ada 6 ribu armada yang telah memasang stiker dan 12 ribu hingga 14 ribu armada yang mengikuti uji kir. Namun, Andri tidak mengetahui berapa total jumlah armada grabcar yang kini beroperasi di Jakarta.

“(Waktu ditanya) enggak jawab. Pada tahu emang jumlah Grab berapa? Enggak kan, tau enggak beda Grab apa? Gimana saya mau melakukan tindakan?” kata Andri.

Andri menegaskan pihaknya baru akan memberi dispensasi kepada Grab jika ada jaminan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk aplikasi Grab bisa diblokir apabila armadanya tidak lulus uji kir.

“Kecuali ada jaminan Kominfo akan memblokir aplikasi Grab apabila Grab mengoperasionalkan armada yang tidak kir, baru saya kasih ganjil genap,” tegasnya.

Pada Rabu (8/8) lalu, Grab sempat melobi Pemprov DKI agar mitra mereka yang telah lolos uji kir dan berstiker khusus dibebaskan dari sistem ganjil genap.

Grab merasa armadanya yang sudah berstiker khusus dan mengikuti uji kir seperti diamanatkan Peraturan Kementerian Perhubungan Nomor 108 tahun 2017 seharusnya diperlakukan sama seperti taksi berpelat kuning.

Perluasan ganjil genap berlaku sejak 1 Agustus lalu hingga 2 September 2018 mendatang dalam rangka perhelatan Asian Games. Ganjil genap berlaku setiap Senin hingga Minggu pukul 06.00 hingga 21.00 WIB.

Sistem ganjil genap hanya dikecualikan untuk kendaraan pejabat tinggi negara, kendaraan berpelat dinas, ambulans, pemadam kebakaran, angkutan umum berpelat kuning, kendaraan atlit dan official Asian Games, kendaraan pengangkut bahan bakar minyak, kendaraan yang mengangkut penyandang disabilitas, serta sepeda motor. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More