Tarwiyah Monggo tapi Baca Aturan Main

Penulis: Ade Alawi Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 23:29 WIB Humaniora
Tarwiyah Monggo tapi Baca Aturan Main

Ade Alawi/MI

SEIRING keinginan sebagian jemaah haji Indonesia untuk melakukan tarwiyah menjelang puncak haji di Padang Arafah pada 8 Zulhijjah 1439H, sosialisasi aturan main ibadah tersebut terus dilakukan.

Kepala Bimbingan Ibadah Haji Kantor Urusan Haji Daerah Kerja Mekah, Arab Saudi, Ansor Sanusi mengatakan pihaknya menggencarkan sosialisasi di 11 sektor pemondokan jemaah haji. "Kami sampaikan surat Kadaker soal Tarwiyah secara masif. Semoga bisa dipahami oleh jemaah," kata Ansor saat dihubungi Jumat (10/8).

Tarwiyah adalah kegiatan jemaah ke Mina terlebih dahulu  sebelum masa puncak haji pada 8 zulhijjah 1439H. Mereka meyakini bahwa Tarwiyah adalah memiliki keutamaan karena pernah dilakukan Rasulullah SAW. Tujuan Nabi kala itu adalah menyiapkan perbekalan sebelum ke Arafah.

Sementara agenda resmi jemaah haji Indonesia yang disiapkan Kementerian Agama adalah bergerak ke Arafah terlebih dahulu  baru Mina untuk mabit dan melempar jumrah.

Terkait Tarwiyah, Kepala Kantor Urusan Haji Daerah Kerja Mekah Endang Jumali mengeluarkan surat edaran tertanggal 7 Agustus yang ditujukan ke 11 Sektor di wilayah Daker Mekah.

"Surat ini untuk mengantisipasi jemaah yang ingin melakukan Tarwiyah," jelas Endang Jumali di kantornya Jalan King Fahd, Mekah, Kamis (9/8).
Surat itu, kata dia, berisi tiga poin, yaitu pertama pada prinsipnya pemerintah Indonesia tidak melaksanakan program Tarwiyah.

"Bagi jemaah haji yang akan melaksanakan nya (Tarwiyah) agar mempertimbangkan faktor kesiapan fisik. Juga risiko keselamatan diri mengingat masih banyaknya rangkaian ibadah haji yang bersifat wajib dan rukun haji yang belum dilaksanakan," tuturnya. 

Kedua, pelaksanaan Tarwiyah dikoordinasikan dengan Maktab dan Maktab berkewajiban menyampaikan permohonan kepada Muassasah Asia Tenggara. 
Ketiga, kata Endang, jemaah mengajukan permohonan kepada ketua sektor. Ketua sektor akan melaporkan ke Kadaker.

"Jemaah juga diminta membuat surat pernyataan yang isinya segala aktivitas yang berakibat pada keselamatan dan kerugian materi menjadi tanggung jawab sendiri," pungkas Endang.

Kepala Sektor 1 Ali Machzumi mengatakan pihaknya sudah menerima surat tersebut. "Saya akui ada jemaah di sektor 1 yang bertanya soal Tarwiyah. Ya, kita sampaikan surat Kadaker itu. Pembimbing ibadah juga sudah menyampaikan surat tersebut ke jemaah," ujar Ali. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More