Wisma Atlet Mulai Ditempati

Penulis: Nurul Fadillah Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 07:50 WIB Olahraga
Wisma Atlet Mulai Ditempati

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

MESKI Asian Games 2018 baru resmi dibuka pada 18 Agustus mendatang, anggota kontingen negara peserta sudah berdatangan sejak awal pekan ini. Beberapa atlet dan komite olimpiade nasional (NOC) dari negara-negara peserta pun mulai menempati Wisma Atlet yang terletak di kawasan Kema-yoran, Jakarta.

Berdasarkan data terakhir yang diberikan Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc), sebanyak 251 orang sudah menempati Wisma Atlet Kemayoran.

"Untuk jumlahnya masih terus di-update, tetapi yang sejauh ini sudah check-in ialah tim bola tangan Indonesia, kemudian NOC dari Irak, Iran, Tiongkok, Jepang, dan Qatar," jelas Tri Ananta Andrewan, Direktur Athlete Village Inasgoc, kemarin.

Indra Gumulya, Direktur Arrival Departure and Hospitality Inasgoc, menambahkan sejauh ini atlet yang datang lebih banyak dari cabang sepak bola yang pertandingannya sudah berlangsung sejak kemarin, juga atlet cabang boling. Namun, mereka belum menempati Wisma Atlet.

"Tanggal 10 cabang sepak bola sudah mulai tanding sehingga sudah ada dari Bahrain, Palestina, dan Taiwan. Mereka langsung menginap di dekat lokasi pertandingan, mungkin di hotel sekitar Bekasi dan Bogor. Kalau di Palembang, atlet yang baru datang itu boling dari Korea Selatan, sekitar enam atlet, diprediksi malam ini (kemarin) total atlet yang datang bisa mencapai 200 orang," jelas Indra.

Untuk menyambut kedatangan atlet, pihak Inasgoc sudah mengerahkan tim untuk melakukan penyambutan di Bandara Soekarno-Hatta berjumlah 170 orang.

"Kita sudah siap untuk menyambut ribuan atlet yang akan terus berdatangan," pungkasnya.

Target 10 besar

Dari cabang squash, tim nasional squash Indonesia harus berjuang ekstra keras untuk bisa meraih yang terbaik. Dalam undian yang dilakukan kemarin, atlet squash Indonesia harus menghadapi lawan-lawan tangguh di babak-babak awal.

Di nomor individu putri, andalan Indonesia Yeni Siti Rohmah akan bersua dengan unggulan sembilan dari Thailand, Anantana Prasertratanakul. Catur Yuliana akan ber-hadapan dengan unggulan sembilan asal Pakistan, Faiza Zafar, di babak pertama yang akan dimulai 23 Agustus mendatang.

Di sektor individu putra, Muhammad Nur Tastaftyan akan berhadap-an dengan atlet Malaysia Yuen Chee Wenn yang menjadi unggulan kelima. Adapun Agung Wiliant akan berjumpa dengan Liu Tsun Man (unggulan sembilan) dari Makau.

Selain di nomor tunggal, tim squash Indonesia yang berkekuatan 3 atlet putra dan 3 atlet putri serta 2 atlet pelapis juga akan tampil di nomor beregu. "Di kategori individu kita berharap kejutan dari Yeni. Di nomor individu, peluang kita lebih besar dan kita berharap mereka minimal bisa mencapai perempat final," tandasnya.

Timnas squash Indonesia memang tidak memasang target muluk. Menurut pelatih kepala Nuryanto, Asian Games 2018 ini menjadi ajang perdana bagi anak-anak asuhnya untuk mendapatkan pengalaman bertanding di level Asia.

"Untuk Asian Games, kekuatan lawan memang di atas kita. Jadi buat kita tujuan utama ialah mencari pengalaman. Makanya kita yang nonunggulan sudah harus berjumpa dengan unggulan," ujar Nuryanto.

"Kalau bisa, kita masuk 10 besar. Selama ini Indonesia di Asia selalu di luar 10 besar. Kalau tidak 12 atau 14," imbuh Nuryanto.

(R-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More