Saatnya untuk Merebut Emas

Penulis: Satria Sakti Utama Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 07:20 WIB Olahraga
Saatnya untuk Merebut Emas

ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

CABANG olahraga (cabor) angkat besi Indonesia selalu berstatus sebagai penyumbang medali di ajang Asian Games. Olahraga angkat beban ini tidak pernah absen membawa pulang medali di Asian Games sejak 1982.

Akan tetapi, sumbangan kontingen angkat besi hanya mentok pada raihan medali perak selama mengikuti multiajang se-Asia.

Melalui para atletnya selama kurun 1982-2014, Pengurus Besar Persatuan Angkat Beban, Binaraga, dan Besi Seluruh Indonesia (PB PABBSI) telah mempersembahkan 5 medali perak dan 12 perunggu.

Kini, PB PABBSI ingin mengubah peruntungannya di Asian Games 2018. Faktor tuan rumah pun akan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk merebut medali emas untuk pertama kalinya sepanjang sejarah angkat besi Indonesia.

"Yang jelas kita dari Asian Games 1982 hingga kemarin pada 2014 selalu menyumbangkan medali, tapi, ya, hanya perak dan perunggu saja," kata pelatih sekaligus manajer tim angkat besi Indonesia Dirja Wihardja saat dihubungi beberapa saat lalu.

"Asian Games kali ini kami ingin mengubah predikat dari sekadar penyumbang medali menjadi penyumbang medali emas," ucap Dirja.

Duet Eko-Sri

Tak hanya satu keping, tim angkat besi 'Merah Putih' bertekad meraih dua atau lebih medali emas pada multiajang Asian Games 2018.

Lifter Sri Wahyuni dan Eko Yuli Irawan untuk kesekian kalinya menjadi andalan Indonesia meraih prestasi terbaik. Sri akan bertarung di kelas 48 kg putri, sedangkan Eko di kelas 62 kg putra.

"Atlet angkat besi sedang dalam performa yang baik. Olimpiade lalu, ada dua atlet kita yang mengharumkan nama Indonesia. Kita harap ada kejutan di Asian Games 2018. Target dua medali emas, tapi bisa lebih dari dua," kata Chief de Mission Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2018 Komjen Pol Syafruddin beberapa waktu lalu.

Target tersebut sangat realistis menilik prestasi keduanya beberapa tahun terakhir. Baik Sri maupun Eko merupakan peraih medali perak Olimpiade 2016 yang berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil.

Kans kedua lifter andalan Indonesia semakin besar dengan tidak hadirnya beberapa lifter dari Tiongkok. Para atlet angkat besi asal 'Negeri Tirai Bambu' tengah menjalani hukuman karena tertangkap terlibat kasus penggunaan zat doping. Hukuman untuk Tiongkok akan berakhir pada Oktober mendatang.

Walhasil, pesaing terberat Eko akan berasal dari Vietnam atas nama Trinh Van Vinh dan atlet Korea Utara, Sin Chol Bom. Sementara itu, rival terdekat Sri ialah peraih medali emas Olimpiade 2016, Sopita Tanasan.

Di sisi lain, lifter India Saikhom Chanu yang juga penantang Sri di nomor 48 kg putri harus memupus harapannya karena mengalami cedera. Chanu merupakan peraih medali emas pada Kejuaraan Dunia 2017.

Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Angkat Besi, Alamsyah, lifter Deni dan Triyatno yang turun di nomor 69 kg serta peraih emas SEA Games 2017 Malaysia I Ketut Ariana di kelas 77 kg turut berpeluang. Namun, Ketut dikabarkan masih mengalami cedera.

(R-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More