Ekonomi Keumatan ala Ma'ruf Amin Selaras dengan Golkar

Penulis: Nurjiyanto Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 22:30 WIB Politik dan Hukum
Ekonomi Keumatan ala Ma

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

SEKRETARIS Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus memandang adanya keselarasan konsep ekonomi keumatan yang dibawa oleh Cawapres Joko Widodo, Ma'ruf Amin. Sebab, konsep Making Indonesia 4.0 yang digagas Partai Beringin dapat berjalan beriringan dengan adanya konsep ekonomi keumatan.

Dengan adanya konsep ekonomi keumatan, dirinya meyakini dapat mendorong umat khususnya di kawasan desa serta pesantren untuk siap berkompetisi di era modern. Yang menjadi dorongan Golkar sendiri ialah adanya pendidikan dengan konsep vokasi yang mengarah pada digitalisasi kompetensi khususnya di kalangan pesantren.

"Nah dikaitkan dengan kondisi perekonomiam kekinian kan Ketum kita juga punya konsep Making Indonesia 4.0 nah itu juga akan sangat membantu bagaiman konsep keumatan itu masuk ke era modern," ungkapnya di kantor DPP Partai Golkar di Jl. Anggrek Neli, Slipi, Jakarta, Jumat (10/8).

Hal tersebut pun menurutnya yang nantinya akan didorong oleh Golkar dalam konsep Nawacita jilid II. Dirinya pun berpendapat hal tersebut baru akan berjalam efektif bilamana terjadi kestabilan kemanan di Indonesia.

Dengan dipilihnya Ma'ruf Amin sebagai pendamping Joko Widodo, dirinya meyakini kestabilan kemanan akan terwujud. Pasalnya, ganguan kemanan saat ini cenderung muncul melalui politisasi isu SARA yang mengancam keutuhan bangsa.

"Janganlah ada keributan yang membahas isu SARA, radikalisme, serta terorisme. Nah itu yang diharapkan beliau tidak ada supaya konsep ini berjalan. Jadi keberadaan Pak Ma'ruf inilah yang bisa menentukan itu," ungkapnya. (A-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More