Mimpi Besar Putra Pengayuh Becak

Penulis: Sat/R-3 Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 06:40 WIB Olahraga
Mimpi Besar Putra Pengayuh Becak

ANTARA FOTO/SAPTONO

KETERBATASAN ekonomi keluarga telah memacu putra dari pasangan Saman dan Watiah untuk menjadi pribadi yang teguh, ulet, dan pantang menyerah.

Sosok yang lahir dari keluarga tak mampu tersebut ialah Eko Yuli Irawan, atlet angkat besi nasional. Dari hasil usahanya dan peras keringatnya dalam menggeluti dunia angkat beban, Eko telah membuahkan hasil.

Prestasi Eko tak hanya bersinar di antero Nusantara. Dia telah mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga internasional. Kini dia telah mendapatkan segalanya. Prestasi, nama besar, dan kebanggaan.

Pria kelahiran Metro Lampung itu merupakan pemegang medali Olimpiade, ajang olahraga termasyhur di dunia. Eko menyabet medali perak pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil dengan total angkatan 312 kg.

Saat itu, dia hanya kalah bersaing dari lifter Kolombia Oscar Figueroa yang mencetak total angkatan 6 kilogram lebih banyak.

"Merah Putih kembali berkibar di Olimpiade. Terima kasih Eko Yuli Irawan. Prestasi yang luar biasa telah dipersembahkan dari hasil kerja keras selama ini. Kami bangga," puji Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dua tahun lalu.

Eko pantas berterima kasih kepada Yon Haryono, mantan pelatihnya. Berkat Yon, Eko mulai mengenal dan mencintai olahraga angkat beban dengan berlatih di sasana miliknya.

Di usia 18 tahun, pria berkulit sawo matang itu akhirnya mendapatkan prestasi perdananya. Dia sukses membawa pulang medali emas dari Kejuaraan Dunia Junior 2007 di Praha, Ceko.

Setelah itu, Eko kian memantapkan hatinya untuk menjadikan olahraga angkat besi sebagai jalan hidupnya. Gelar prestisius satu per satu pun menghampiri, seperti medali emas SEA Games hingga Kejuaraan Dunia di Kazakhstan pada 2014 .

Tahun ini, harapan Eko berharap bisa mempersembahkan penghargaan tertinggi untuk Indonesia di Asian Games 2018. Dia akan bertarung di kelas 62 kg putra dengan target emas.

Eko juga ingin memecahkan kutukan tim angkat besi Indonesia yang selalu gagal meraih medali emas di pergelaran terakbar di Asia itu. Atlet 31 tahun itu hanya meraih perunggu dalam dua Asian Games sebelumnya. "Tentu sebagai atlet selalu ingin memberikan yang terbaik dan kita selalu optimis," kata Eko.

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More