Peran Pasar Modal Harus Lebih Besar Lagi

Penulis: Nur Aivanni Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 06:10 WIB Ekonomi
Peran Pasar Modal Harus Lebih Besar Lagi

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mendorong pasar modal mengambil peran lebih besar dalam mendorong perekonomian Indonesia dan menjadi sumber pembiayaan bagi ekspansi perusahaan.

OJK akan memprioritaskan berbagai kebijakan yang bisa mempercepat pertumbuhan dan peningkatan peran industri pasar modal dalam perekonomian nasional.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam perayaan HUT ke-41 Pasar Modal Indonesia.

"OJK bersama para pemangku kepentingan terus merumuskan dan melaksanakan kebijakan yang tepat untuk mewujudkan cita-cita menjadikan pasar modal Indonesia yang kuat dan berperan signifikan dalam mendukung pembiayaan pembangunan, menjaga stabilitas sistem keuangan, maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Wimboh di Gedung Bursa Efek Jakarta, Jakarta, kemarin.

Lebih lanjut, Wimboh mengatakan OJK telah dan akan mengeluarkan berbagai kebijakan di industri pasar modal. OJK akan mengembangkan instrumen pasar modal sesuai kebutuhan pemerintah dalam menyediakan pendanaan untuk pengembangan sektor prioritas.

Kemudian, OJK akan memberikan alternatif instrumen pembiayaan bagi perusahaan dan instrumen investasi bagi pemodal profesional dengan mengeluarkan peraturan terkait dengan Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk.

OJK juga akan mempercepat pertumbuhan pasar modal syariah melalui pengembangan variasi produk saham syariah seperti sukuk wakaf dan EBA syariah.

OJK akan menyediakan landasan pengaturan bagi kegiatan Equity Crowdfunding di pasar modal. OJK akan mendorong pendirian Perusahaan Efek Daerah untuk mengakselerasi pertumbuhan jumlah investor retail di daerah, meningkatkan tingkat literasi, dan inklusi pasar modal di daerah.

Jaga kepercayaan

Hingga Agustus 2018, penghimpunan dana dari saham dan obligasi telah mencapai Rp111,2 triliun dengan emiten baru tercatat sebanyak 33 perusahaan, sedangkan total dana kelolaan investasi hingga Agustus 2018 mencapai Rp732 triliun.

Wimboh Santoso berharap pasar modal Indonesia memiliki integritas yang tinggi ke depannya. Dengan begitu, katanya, pasar modal Indonesia akan lebih dipercayai para investor.

"Jadi proses bisnis yang transparan, pembentukan harga yang objektif sehingga investor akan lebih percaya kepada pasar modal ini baik untuk menghimpun dana maupun investasi," tandasnya.

Dirut BEI Inarno Djajadi mengatakan pengembangan pasar modal Indonesia tidak lepas dari teknologi digital.

"Satu langkah yang baru saja di lakukan dalam infrastruktur digital dan tekonogi, yakni mengembangkan JATS Next-G. Pencapain itu sesuai dengan tema pasar modal kita untuk menuju pasar modal modern di era ekonomi digital," ujar Inarno.

(E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More