Golkar: Ma'ruf Amin Menguatkan Kestabilan Keamanan Nasional

Penulis: Nurjiyanto Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 22:06 WIB Politik dan Hukum
Golkar: Ma

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

SEKRETARIS Jendral Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus meyakini dengan dipilihnya Ma'ruf Amin sebagai pendamping Joko Widodo dalam sebagai Cawapres akan menguatkan kestabilan keamanan di Indonesia. Pasalnya, Ma'ruf dinilai dapat meredam mencuatnya politisasi SARA yang dianggap menjadi ancaman dalam hal keutuhan bangsa.

Menurutnya isu politisasi SARA amat mengancam keutuhan bangsa yang nantinya berdampak pada munculnya gejolak di masyarakat. Efeknya pun amat berpengaruh pada efektifitas pembangunan dan realisasi program-program peningkatan kesejahteraan Indonesia.

"Janganlah ada keributan yang membahas isu SARA, radikalisme, serta terorisme. Nah itu yang diharapkan beliau tidak ada supaya konsep ini berjalan. Jadi keberadaan Pak Ma'ruf inilah yang bisa menentukan itu," ungkapnya di kantor DPP Partai Golkar di Jl. Anggrek Neli, Slipi, Jakarta, Jumat (10/8).

Ia mengungkapkan adanya stabilitas kemanan nasional ini dapat dijaga baik saat masa kontestasi Pilpres maupun setelahnya. Dengan begitu, tujuan dari pembagunan kesejahteraan dapat berjalan sesuai dengan apa yang telah diagendakan yakni memperbaiki kesenjangan sosial serta ekonomi bangsa.

"Yang lainya adalah menjaga stabilitas keamanan bersama karena kalau tanpa ada stabilitas kemanan akan susah kita membangun umat," ujarnya.

Selain itu, konsep ekonomi keumatan yang dibawa oleh Ma'ruf dirasa dapat meningkatkan kesejahteraan umat kedepan. Konsep tersebut juga selaras dengan konsep yang ditawarkan pihaknya yakni Making Indonesia 4.0. Hal tersebut pun menurutnya yang nantinya akan didorong oleh Golkar dalam konsep Nawacita jilid II.

"Nah dikaitkan dengan kondisi perekonomian kekinian kan Ketum kita juga punya konsep Making Indonesia 4.0 nah itu juga akan sangat membantu bagaiman konsep keumatan itu masuk ke era modern," ungkapnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More