Maksimalkan Persiapan di Waktu Tersisa

Penulis: Ru/R-1 Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 04:50 WIB Olahraga
Maksimalkan Persiapan di Waktu Tersisa

MI/Adam Dwi

SISA waktu sebelum tampil di Asian Games 2018 akan dimanfaatkan secara maksimal oleh para pebulu tangkis Indonesia untuk menjaga kondisi. Waktu yang ada juga akan dimanfaatkan untuk mematangkan strategi yang akan diterapkan.

"Saat ini kami sedang menyusun strategi. Kami juga akan menganalisis lawan yang akan dihadapi, baik kelebihan maupun kelemahannya. Di samping itu, akan ada sesi meningkatkan kematangan pukulan dan adaptasi penguasaan lapangan di Istora oleh pemain," ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susi Susanti, kemarin.

Cabang bulu tangkis Asian Games akan berlangsung di Istora, 19-28 Agustus 2018. Nomor beregu putra dan putri dimainkan 19-22 Agustus, sedangkan nomor perorangan berlangsung 23-28 Agustus.

Bulu tangkis ditargetkan menyumbang sedikitnya satu medali emas. Target emas itu diharapkan didapat dari nomor ganda. Di ganda campuran, harapan utama ada di pundak Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Pada Asian Games 2014 Icheon, Tontowi/Liliyana harus puas dengan medali perak.

Di ganda putra, pasangan rang-king satu dunia Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjadi harapan utama. Namun, sektor ganda putri bukan tidak mungkin membuat kejutan seperti empat tahun lalu dengan merebut emas melalui Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari.

Di sektor tunggal putra ataupun putri, Susi mengaku peluang merebut medali lebih kecil. Menurutnya, dalam beberapa turnamen belakangan, sektor tunggal memang belum dapat memberikan hasil menggembirakan meskipun beberapa pemain telah menunjukkan prog-res dalam penampilan mereka.

"Sektor tunggal memang harus benar-benar kerja keras. Khusus tunggal putra, harus diperbaiki lagi strokes-nya, baik serangan, pertahanan, maupun pola main. Selain itu, fisik, kecepatan, dan kelincahan di lapangan, serta antisipasi untuk mengambil kendali permainan, juga harus diasah lagi," ungkap Susi.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More