Satelit Merah Putih Meluncur ke Angkasa

Penulis: Gurit Ady Suryo Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 04:10 WIB Humaniora
Satelit Merah Putih Meluncur ke Angkasa

MI/Suryani Wandari Putri Pertiwi

SATELIT Merah Putih milik PT Telkom Indonesia (persero) Tbk akhirnya diluncurkan ke orbit bersama SpaceX Falcon 9 dari Cape Canaveral Air Force Station, Florida, sekitar pukul 01.18 waktu Amerika Serikat atau 12.18 WIB. Satelit Merah Putih akan menempati slot orbit 108 derajat bujur timur (108 BT).

Sebelum diluncurkan, Direktur Utama Telkom Indonesia Alex J Sinaga dan Menteri BUMN Rini M Soemarno sempat meninjau satelit Merah Putih di 'Negeri Paman Sam'. Peninjauan dilakukan pada akhir Juli lalu.

"Kita semua berharap satelit Merah Putih bisa menjalankan tugasnya menopang kemajuan industri nasional, mendukung konektivitas bangsa Indonesia, serta mempermudah dan memperluas akses komunikasi bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Rini dalam keterangan resmi Telkom, Selasa (7/8).

Satelit Merah Putih direncanakan melayani wilayah telekomunikasi di Indonesia dan internasional.

Satelit Merah Putih yang berbobot 5,8 ton telah diterbangkan roket Falcon 9 setinggi 70 meter dan berat 580 ton. Roket itu terdiri atas 3 komponen, yaitu step 1, step 2, dan fairing.

Sejauh ini, posisi satelit sedang menuju orbit. Diperkirakan, tepat menempati orbitnya di posisi 108 derajat bujur timur dalam kurun waktu +11 hari. Jika tidak ada aral melintang, satelit sudah siap digunakan pada 18 September 2018 mendatang.

Melibatkan Dua Perusahaan AS

Persiapan satelit Merah Putih ini telah dilakukan sejak 28 bulan yang lalu dan melibatkan sumber daya manusia dari Telkom Indonesia untuk belajar tentang satelit. Dari sisi biaya, proyek peluncuran satelit ini menghabiskan dana US$166 juta atau setara Rp2,4 triliun (kurs 14.475 per dolar AS). Jumlah itu sudah termasuk biaya asuransi sebesar US$10 juta.

Angka itu lebih rendah jika dibandingkan dengan peluncuran Telkom 3S yang memakan biaya US$215 juta atau sekitar Rp3,11 triliun.

Untuk biaya peluncuran, penggunaan Falcon 9 milik SpaceX menelan biaya Rp723,7 miliar (US$50 juta). Harga itu lebih murah sekitar Rp140 miliar dari biaya peluncuran dengan roket konvensional.

Satelit yang ditujukan mengganti Telkom 1 ini membawa 60 transponder aktif yang terdiri atas 24 transponder C-Band dan 12 transponder Extended C-Band yang akan melayani wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia, serta 24 transponder C-Band yang akan menjangkau kawasan Asia Selatan. Satelit ini mengandalkan platform SSL 1300 dengan usia desain 16 tahun.

Pembangunan satelit Merah Putih melibatkan dua perusahaan Amerika Serikat, yakni SSL sebagai pabrikan pembuat satelit serta SpaceX sebagai perusahaan penyedia jasa peluncuran satelit.

SSL adalah manufaktur satelit yang ternama dan berhasil menuntaskan pembangunan satelit Merah Putih lebih cepat daripada jadwal. Selanjutnya satelit Merah Putih akan diluncurkan menuju slot orbitnya menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX.

(PT Telkom Indonesia/Antara/SpaceX/L-1/M-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More