Hemat Tenaga Menuju Puncak Haji Arafah

Penulis: Ade Alawi Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 21:12 WIB Humaniora
Hemat Tenaga Menuju Puncak Haji Arafah

Dok. P3JH
Jemaah haji digendong oleh petugas haji

FENOMENA umrah sunnah berkali-kali pasca jemaah haji Indonesia menunaikan umrah wajib (tawaf dan sa'i) di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, menjadi pemandangan yang lazim sehari-hari.

Alhasil, bagi jemaah yang tidak kuat fisik bisa tumbang dan dilarikan posko Sektor Khusus Masjidil Haram di Terminal Syib Amir yang tak jauh dari masjid tersebut.

Kepala Kantor Urusan Haji Daerah Kerja Mekah Endang Jumali mengatakan sebaiknya jemaah menghemat tenaga untuk menghadapi puncak haji di Arafah pada 8 Zulhijjah.

"Persiapkan diri menghadapi puncak haji yaitu Arafah dengan saving (menyimpan) tenaga dan fisik, yaitu dengan cukup istirahat dan pola hidup sehat," kata Endang Jumali di kantornya Jalan King Fahd, Mekah, Jumat (10/8).

Menurut dia, jemaah sebaiknya mengefektifkan waktu selama di Kota Suci.

"Jangan tergiur dengan ajakan kelompok bimbingan untuk umroh sunnah berkali-kali,  karena akan menguras energi.

Dahulukan prioritas dalam Ibadah bukan hal lain," ungkapnya.

Endang meminta kepada jemaah untuk menjaga kesehatan. "Banyak minum, pakai alat pelindung diri setiap keluar dari hotel," katanya.

Pada saat pelaksaan puncak haji Arafah, Endang menegaskan bahwa jemaah harus mengikuti prosedur dan arahan dari Kemenag selaku penanggungjawab pelaksanaan operasional haji. "Patuhi semua ketentuan yang telah digariskan," pungkasnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More