Sandiaga Maju di Pilpres 2019, OKE OCE Kehilangan Maskot

Penulis: Nicky Aulia Widadio Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 21:00 WIB Megapolitan
Sandiaga Maju di Pilpres 2019, OKE OCE Kehilangan Maskot

MI/M. Irfan

MUNDURNYA Sandiaga Uno sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta membuat Ketua Perkumpulan Gerakan OKE OCE (PGO) Faransyah Jaya merasa kehilangan maskot.

Faransyah mengaku baru mengetahui rencana maju Sandi sebagai calon wakil presiden (cawapres) sejak Kamis (8/8) malam usai rapat monitoring dan evaluasi.

"Dua hari lalu ada wacana kan. Terus kita tanya sama Pak Wagub, 'Pak Wagub apa iya?' Ya dia bilang sih istilahnya, 'Saya ngikuti Pak Prabowo," kata Faransyah ketika dihubungi, Jumat (10/8).

Faransyah mengaku, Sandiaga lebih banyak terlibat dalam penyusunan rencana kerja program pembinaan kewirausahaan tersebut dibanding Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dalam berbagai kesempatan, Sandiaga juga kerap mempromosikan OKE OCE yang diklaimnya ampuh menciptakan lapangan pekerjaan. Bahkan, Sandiaga lah yang menciptakan pose jari OKE OCE. "Maskotnya kita kan Pak Wagub (Sandiaga)," kata Faransyah.

Faransyah pun kini harus mencari 'maskot' baru untuk menggaungkan program OK OCE. "Nah, sekarang ini tetap menjadi maskot secara OKE OCE tetapi untuk kegiatan pemerintahan kan mesti dikonsulkan maskot-maskot baru, entah kepala biro atau dirut BUMD," tambahnya.

Perubahan yang tiba-tiba ini membuat Faransyah sempat merasa bingung. "Kita mikir mungkin (maju Pilpres) tahun 2024. Kalau tiga bulan lalu kita tahu, mungkin bisa persiapan atau apa. Ini tiba-tiba dua hari. Bingung kita juga ngapain," ucapnya.

OKE OCE merupakan salah satu program andalan Anies-Sandi sejak masa kampanye Pilkada DKI 2017. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More