Kapolda Abaikan Ombudsman soal Penutupan Jalan

Penulis: (SM/Tos/J-1) Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 23:45 WIB Megapolitan
Kapolda Abaikan Ombudsman soal Penutupan Jalan

Ist

OMBUDSMAN untuk kedua kali menyurati Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis up Irwasda Polda Metro terkait dengan sikap Polsek Karawaci yang membiarkan penembokan jalan umum Gang Tunas III, Sukajadi, Kota Tangerang sehingga membuat warga terkurung.

Surat pertama dilayangkan Ombudsman Perwakilan Banten pada 11 Juli 2018. Setelah ditunggu selama sebulan, tetapi tidak ada jawaban. Kepala Perwakilan Ombudsman Banten Bambang Poerwanto Sumo kembali menyurati Kapolda Metro Jaya.

Dalam surat kedua Ombudsman kepada Kapolda tertanggal 6 Agustus 2018 yang diterima Media Indonesia, Jumat (10/8), Bambang menyatakan, sesuai dengan Pasal 33 ayat (2) dan ayat (3) UU No 37/2008 tentang Ombudsman Republik Indonesia, jika terlapor tidak memberi jawaban, pihaknya kembali menyurati. "Apabila dalam waktu 14 hari permintaan kami tidak dipenuhi, terlapor dianggap tidak menggunakan hak jawab," cetus Bambang.

Secara terpisah, Arjuna Ginting selaku kuasa hukum warga Gang Tunas III meminta Kapolda Idham Azis segera turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan karena sampai Jumat (10/8), warga masih terkurung. "Warga yang berjumlah ratusan terganggu dengan adanya ormas di lingkungan mereka," cetusnya, kemarin.

Arjuna juga berharap Kapolda mengusut tuntas siapa dalang di balik penembokan jalan umum yang membuat Polsek Karawaci tidak berdaya dan membiarkan ormas berbulan-bulan menjaga pintu tersebut.

Pemantauan di lokasi, setelah Ombudsman menyurati Kapolda pada 11 Juli, pintu khusus orang sudah boleh dilewati. Namun, untuk kendaraan tidak bisa sebab ditembok bagian bawahnya. "Kalau kami lewat pintu harus tutup kembali, kalau tidak akan dikejar dan dimarahi ormas," ungkap Thio Lian Seng, 55, warga setempat.

Warga Gang Tunas III mengaku sudah melaporkan tindakan pemasungan kemerdekaan oleh ormas itu ke Polsek Karawaci, tapi malah ditolak. "Pada 8 April 2018, kami datang ke Polsek Karawaci untuk melaporkan masalah tersebut. Namun, anggota polsek menolak dan meminta pulang dengan cara dikawal menggunakan mobil patroli," lanjut Thio.

Kapolsek Karawaci Komisaris Abdul Salim menepis hal tersebut. "Sebagai penegak hukum kami tidak pernah menolak laporan warga," cetusnya. Menurut Abdul Salim, ketika pihaknya mendengar ada penutupan jalan umum di Gang Tunas III, pihaknya langsung datang ke lokasi untuk meminta penjaga pintu memberikan akses kepada warga. "Sudah sebulan pagar itu tidak digembok lagi," imbuhnya.

Warga mengaku punya foto dan video saat petugas Polsek Karawaci mengusir mereka. Warga juga punya foto penembokan Gang Tunas disaksikan petugas berseragam kepolisian.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More