Tes Kesehatan Capres/Cawapres Sepenuhnya Kewenangan IDI

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 20:54 WIB Politik dan Hukum
Tes Kesehatan Capres/Cawapres Sepenuhnya Kewenangan IDI

MI/RAMDANI

DUA pasangan calon presiden/wakil presiden telah mendaftarkan diri untuk mengikuti konstelasi Pemilu 2019. Joko Widodo berpasangan dengan Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto dengan Sandiaga Salahuddin Uno.

Setelah proses pendaftaran calon presiden nantinya akan ada pemeriksaan kesehatan kepada kedua pasangan calon tersebut. Pemeriksaan kesehatan akan dilakukan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD).

Untuk jadwal pemeriksaan kesehatan akan dilakukan pada hari Minggu (12/8) untuk pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin. Sedangkan untuk pasangan calon presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno dijawalkan pada Senin (13/8).

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hasyim Asy'ari menyampaikan bahwa pasangan capres/cawapres diharuskan berpuasa selama delapan jam sebelum tes pemeriksaan kesehatan dilakukan.

"Intinya calon akan puasa delapan jam. Kemudian pagi (tes pemeriksaan) dimulai jam delapan pagi. Sehingga jam 6.30 dsarankan minum air putih untuk pemeriksaan urine," ungkap Hasyim di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (10/8).

Hasyim kemudian menjabarkan bahwa dalam syarat tes pemeriksaan kesehatan sudah diatur dalam Petunjuk Teknis (Juknis) pemeriksaan kesehatan Capres dan cawapres. Juknis tersebut tertuang pada SK Nomor 1004/ PL 02.2-Kpt/06/KPU/VIII/2018.

"Juknis kan menentukan syarat (pemeriksaan kesehatan) secara jasmani dan rohani. Itu yg menentukan (hasil pemeriksaan) dari IDI (Ikatan Dokter Indonesia)," kata Hasyim

Tes pemeriksaan kesehatan mencakup semua pemeriksaan mulai dari mata, telinga, gigi. Baik diluar dan di dalam tubuh dengan standard pemeriksaan yang tinggi.

Hasyim menambahkan hasil pemeriksaan sepenuhnya diserahkan ke tim dokter. "Berdasarkan indikator yang telah ditentukan itu nanti dijadikan bahan rapat oleh tim dokter. Dari hasil tersebut apakah mampu atau tidak mampu secara rohani dan jasmani untuk menjalankan tugas-tugas kepresidenan." ujar Hasyim

Hasil pemeriksaan kesehatan itulah yang di disampaikan ke KPU sebagai bagian dari syarat calon presiden dan wakil presiden. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More