IPB Kembali Menerima Anugerah Widyapadhi

Penulis: MICOM Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 20:32 WIB Humaniora
IPB Kembali Menerima Anugerah Widyapadhi

INSTITUT Pertanian Bogor (IPB) kembali meraih prestasi membanggakan yakni peringkat pertama Penghargaan Widyapadhi 2018.

Anugerah Widyapadhi merupakan penghargaan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang diberikan kepada Perguruan Tinggi atas upayanya dalam mendorong pengembangan inovasi, hingga dapat menciptakan nilai tambah, baik dalam
bentuk komersial,  ekonomi maupun sosial-budaya.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menristekdikti, M Nasir dan diterima oleh Rektor IPB Arif Satria pada acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (HAKTEKNAS), Jumat (10/8) hari ini, di Pekanbaru, Riau.

"Alhamdulillah. Tentu kita bersyukur dengan prestasi ini dan semoga menjadi penyemangat kita untuk lebih berprestasi dalam penguatan inovasi. Terima kasih kepada para inovator IPB yang telah memberikan andil besar dalam prestasi ini," ujar Arif lewat keterangan resmi yang diterima Media Indonesia.

Penghargaan ini kembali diterima IPB mengingat banyaknya riset dan inovasi yang dilakukan para peneliti IPB yang berkaitan langsung dengan acara HAKTEKNAS yang bertajuk Kemandirian Pangan dan Energi.

Sejumlah contoh produk inovasi unggulan IPB, yaitu padi IPB3S, pepaya Calina, varietas-varietas  tanaman cabe hias, produk turunan ikan lele (biskuit Clarias, catfish oil), aneka produk herbal, aneka produk turunan kelapa sawit (surfaktan, helm dari tandan kosong sawit), dan masih banyak lagi.

Berdasarkan data Bussines Innovation Center (BIC), tercatat ada 415 inovasi yang dihasilkan IPB pada tahun 2018.

Upaya promosi dan alih teknologi juga telah dilakukan IPB antara lain dengan pembangunan Galeri Inovasi dan Gerai Serambi Botani yang telah tersebar sebanyak 15 gerai di beberapa kota di Indonesia.

Menurut BIC, selama periode tahun 2008-2017, IPB merupakan penyumbang Inovasi paling prospektif terbanyak di Indonesia, yaitu sebanyak 39,71%. (RO/OL-7)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More