RI-Malaysia Gagas Mobil ASEAN

Penulis: Gana Buana Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 04:40 WIB Ekonomi
RI-Malaysia Gagas Mobil ASEAN

Ist

INDONESIA dan Malaysia sepakat untuk berkolaborasi mengembangkan industri otomotif hingga mampu menciptakan mobil ASEAN melalui penandatanganan memorandum of agreement (MoA).

"Iya, kami ingin nanti arahnya untuk menciptakan mobil ASEAN," kata Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) I Made Dana Tangkas di Jakarta, kemarin.

Mobil ASEAN yang dimaksud ialah kendaraan yang diproduksi dengan 40% komponen-komponennya berasal dari negara-negara ASEAN.

"Ada yang namanya ASEAN content. Nah, ASEAN content ini terdiri dari komponen yang diproduksi di tiap-tiap negara sehingga kalau sudah mencapai 100% komponennya, itu sudah disebut mobil ASEAN," ujar Made.

Untuk mewujudkan hal itu, industri komponen asal Indonesia akan menjalin joint venture dengan industri komponen asal Malaysia untuk mengembangkan produk komponen yang dibutuhkan industri otomotif kedua negara.

Selain itu, joint venture akan diperdalam dengan melakukan riset dan pengembangan untuk menghasilkan produk otomotif yang dibutuhkan negara-negara di ASEAN.

Hingga saat ini, ada tiga industri komponen asal Indonesia yang siap menjalin joint venture dengan industri komponen dari Malaysia.

"Dua dari anggota PIKKO (Perkumpulan Industri Kecil-Menengah Komponen Otomotif), satu lainnya di luar PIKKO," ungkap Made.

Chief Executive Officer Malaysia Automotive Institute (MAI) Dato Madani Sahari menyampaikan bahwa potensi industri komponen kedua negara sangat besar untuk dikolaborasikan.

"Jika digabungkan, bisa mencapai 90% untuk memenuhi kebutuhan komponen di ASEAN. Sangat besar," ujar Madani.

Dirjen Industri Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan mengharapkan keduanya mampu menciptakan pusat riset dan pengembangan industri otomotif ASEAN.

"Dengan demikian, dari situlah akan muncul produk-produk bersama. Mereka akan mengidentifikasi, industri komponen mana saja yang laik untuk dikolaborasikan," pungkas Putu.

Siapkan insentif
Pemerintah saat ini juga tengah fokus memacu pengembangan dan daya saing industri otomotif Tanah Air.

Terlebih juga karena sektor tersebut menjadi satu dari lima industri yang akan menjadi pionir dalam penerapan revolusi industri generasi keempat.

"Bentuk dukungan pemerintah ialah dengan memberikan insentif berupa tax holiday dan tax allowance untuk investasi baru atau perluasan dalam rangka menarik investasi dan membina industri nasional," ujar Putu

Putu mengatakan, ke depan pemerintah pun berencana mengeluarkan pengurangan pajak penghasilan di atas 100% atau super deductible tax.

Kemenperin menargetkan produksi kendaraan di Indonesia mencapai 1,5 juta unit pada 2020 dan naik menjadi 4 juta unit pada 2035.

Adapun target untuk eks-por ialah sebanyak 250 ribu unit dan meningkat 600% menjadi 1,5 juta unit pada 2035. (Ant/E-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More