Perjuangan Melawan Body Shaming

Penulis: (FD/M-4) Pada: Sabtu, 11 Agu 2018, 02:20 WIB Humaniora
Perjuangan Melawan Body Shaming

Dok MI

"TERNYATA, orang cakep belum tentu istrinya cantik!" Jleb! Dari situlah semua ini bermula. Komentar di Instagram komedian dan sutradara Ernest Prakarsa yang juga suaminya itu adalah kalimat yang akan diingat Meira Anastasia seumur hidupnya. Kalimat yang akhirnya menghantui hari-harinya kemudian.

"Ternyata menjadi istri seorang public figure itu berat, ya, karena sepertinya aku harus memenuhi ekspektasi netizen. #nangisdipojokan," ucap Meira.

Rambut pendek, kulit gelap, jarang pakai make-up, juga bentuk badan dan payudara yang tidak ideal lagi setelah melahirkan dua anak, semakin memperberat jalan Meira untuk berdamai dengan diri sendiri.

Namun, jalan yang berat bukan berarti mustahil. Hanya saja butuh waktu dan kesabaran karena prosesnya lama dan sama sekali tidak mulus.

Meira akhirnya menemukan cara untuk berdamai dengan menulis hingga akhirnya lahirlah buku berjudul Imperfect.

"Ternyata dengan mengakui luka, aku jadi bisa belajar bagaimana mengatasinya. Juga belajar menjadi lebih kuat lagi," ucap Meira saat acara #SharingMamakMeira Vol 1 di Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (2/8) lalu.

Dalam buku itu Meira secara blakblakan mengungkapkan stigma dan tuntutan warganet terhadap dirinya. Mulai pernyataan istri artis kulitnya gelap, badannya tidak langsing, hingga bahkan yang paling sering ditanyakan soal kenapa rambut tidak panjang biar lebih cantik dan terlihat seperti perempuan. Semua celaan itu diidentifikasi sebagai body shaming.

Ia menegaskan buku ini bukanlah buku motivasi, melainkan kumpulan cerita hari-hari yang dijalaninya sebagai seorang perempuan, istri, sekaligus ibu yang sedang berjuang agar bisa mengatakan kepada diri sendiri: Aku tidak sempurna, tapi tidak apa-apa karena aku bahagia.

Imperfect ialah versi bayangannya atau perasaan ketidaksempurnaan yang wajar.

Selain cerita keseharian Meira, buku ini menawarkan solusi untuk membangkitkan rasa percaya diri kembali, dilengkapi skema diet dan hidup sehat dengan kafein dan serangkaian program latihan tubuh.

Dengan buku ini, Meira mengaku bisa menyimpan segala pengetahuan dan pengalaman yang dialami selama proses menghadirkan ketenteraman dalam diri sendiri. Begitu juga setiap orang yang mengalami hal serupa dengannya bisa membaca bahkan berulang-ulang di buku ini.

Daripada terlalu fokus pada kesempurnaan orang lain, lebih baik fokus untuk menjadi sempurna bagi diri kita sendiri. Bukan sempurna secara fisik, melainkan secara pikiran dan hati, untuk lebih mencintai diri sendiri.

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More