Blusukan ke Masyair Sambut Tamu Allah

Penulis: Ade Alawi Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 19:34 WIB Humaniora
Blusukan ke Masyair Sambut Tamu Allah

Ade Alawi/MI
Peninjauan di Arafah

MENYIBAK tenda demi tenda. Tenda jemaah, tenda petugas haji, tenda Klinik Kesehatan Haji, dan tenda genset.

Selain itu, mengecek pendingin ruangan (mistfan), memeriksa toilet dan dapur untuk mengolah masakan jemaah haji Indonesia.

Itulah yang dilakukan Direktur Pelayanan Haji Ditjen Penyelenggaran Haji dan Umrah Kementerian Agama Sri Ilhami Lubis saat meninjau kawasan pemondokan jemaah haji Indonesia (maktab) di Masyair (Arafah, Mina dan Muzdalifah pada Kamis (9/8).

Blusukan ini untuk menyambut tamu Allah yang sebentar lagi akan mengikuti prosesi puncak haji di Padang Arafah pada 8 Zulhijjah.

"Peninjauan ini untuk mengecek persiapan maktab jemaah haji Indonesia di Arafah dan Mina. Apa saja yang belum dan sudah dilaksanakan. Sejauh ini tak ada kendala. Semuanya dalam proses persiapan," kata Sri Ilhami di tenda Misi Haji Indonesia, tenda Petugas Haji Indonesia, pusat kendali jemaah haji Indonesia di Padang Arafah, Arab Saudi.

Selain meninjau tenda Misi Haji Indonesia, Sri juga melihat tenda Klinik Kesehatan Haji Indonesia, tenda genset dan serta tenda jemaah haji Indonesia.

Total maktab (kumpulan tenda) jemaah haji Indonesia sebanyak 70. Maktab ini untuk jemaah haji Indonesia sebanyak 221.000 orang, baik reguler atau pun khusus.

Di kawasan Arafah tampak pekerja sedang memasang instalasi listrik, mengecat dan membersihkan toilet, menyiapkan penyejuk ruangan, karpet dan sebagainya.

Uniknya, ada tiga pohon yang disebut pohon Soekarno (pohon yang ditanam mantan Presiden Soekarno ketika berhaji ke Tanah Suci) yang masuk ke dalam tenda jemaah haji Indonesia tidak ditebang sehingga memberikan nuansa tersendiri di dalam ruangan tenda.

"Ngak boleh ditebang. Pohon ini riwayatnya ditanam oleh Presiden Soekarno saat berhaji dulu," ungkap Sri.

Saat peninjuan di Arafah, Sri didampingi Wakil Ketua Muassasah Asia Tenggara namanya Walid Rasyidi dan Seksi Perumahan dan Penempatan Kantor Urusan Haji Indonesia Daerah Kerja Mekah Abduh Dhiyaur Rahman.

Menurut Sri, pihaknya melakukan sejumlah langkah  perbaikan di Arafah, yakni penambahan urinoir buat jemaah haji pria. Di setiap maktab ditambah 5 urinor.

"Masing-masing maktab disiapkan 30 tenaga kebersihan," ujarnya.

Tambahannya lagi, kata Sri, di setiap toilet akan ada tisu, sabun dan tempat pembuangan sampah.

Kemudian penyejuk ruangan (mistfan) di mana airnya yang dialirkan tidak lagi manual, melainkan bekerja secara otomatis.

"Kami sudah bicara dengan Muassasah Asia Tenggara untuk melakukan berbagai perbaikan di Armina (Arafah dan Mina)," terangnya.

Persiapan di Mina

Di kawasan ini jumlahnya sama ada 70 maktab. Di kawasan ini Sri Ilhami memasuki tenda demi tenda yang saat itu sedang dinyalakan semua.Juga meninjau toliet dan dapur untuk memasak. "Kalau nyala begini akan ketahuan seberapa dingin penyejuk ruangannya," jelasnya.

Sama seperti di Arafah, Sri juga melihat bagian dapur. "Ada 19 mutaahidin (perusahan yang menyiapkan makanan) buat jemaah haji Indonesia," katanya.

Jemaah haji Indonesia akan berada di Arafah selama tiga hari (8-9 Zulhijjah), Mina 3 hari dan di Muzdalifah hanya beberapa jam saja.

"Pada tahun ini, jemaah ngak usah mencari batu lagi, karena batunya sudah kita siapkan," pungkasnya.

Di sisi lain, Seksi Bimbingan Ibadah Daker Mekah akan terus memberikan bimbingan ketika jemaah berkumpul di Arafah dan Mina.(OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More