193 Hektare Sawah di Kabupaten Ciamis Puso

Penulis: Kristiadi Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 19:20 WIB Nusantara
193 Hektare Sawah di Kabupaten Ciamis Puso

ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

KEKERINGAN yang terjadi di beberapa daerah di wilayah Priangan Timur telah menyebabkan banyak lahan persawahan mengalami gagal panen. Aktivitas tanam pun terganggu.

Kekeringan tersebut melanda 116 desa di 21 kecamatan, Kabupaten Ciamis. Masyarakat juga mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis Kustini mengatakan area persawahan yang mengalami puso pada musim kemarau sudah mencapai 193 hektare. Sebanyak 300 hektare lahan lainnya pun sudah terancam, tetapi masyarakat sebagian masih banyak yang bercocok tanam di Kecamatan Panumbangan, Cihaurbeuti.

"Kami beberapa waktu lalu meminta agar petani yang memiliki lahan agar bisa mengganti dengan tanam palawija berupa ubi, jagung dan singkong. Kekeringan selama ini tidak sampai meluas ke daerah lainnya di Kabupaten Ciamis, tetapi untuk lahan yang lebih parah berada di Cijeungjing dan Banjaranyar. Untuk produksi padi masih tetap dilakukan tapi selama ini telah menurun hingga 10%-20% per hektare," papar Kustini.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD, Kabupaten Ciamis, Ani Suprian mengatakan kekeringan yang terjadi di Kabupaten Ciamis telah meluas hingga mencapai 116 desa. Adapun krisis air bersih sejauh ini terjadi di 9 desa yang tersebar di 12 kecamatan.

"Pasokan air bersih masih dilakukan oleh Polres Ciamis dengan menerjunkan 2 unit kendaraan PDAM dan BPBD," tuturnya, Jumat (10).

Ani mengatakan krisis air bersih yang terparah terjadi di Kecamatan Banjaranyar, Cijeungjing, Pamarican, Cidolog, Baregbeg, Rancah, Banjarsari, dan Pamalayan. Masyarakat yang mengalami krisis air bersih tidak bisa berbuat banyak dan harus terus mendapatkan pasokan dari aparat.

"Pemerintah juga telah membuat sumur atesis tapi belum bisa dimanfaatkan, tetapi masih banyak masyarakat mencari sumber air di pengunungan yang masih tersisa dan lainnya masih membeli galon air," ujar Ani. (A-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More