TGB: KH Ma'ruf Amin Tempat Saya Berkhidmat

Penulis: Antara Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 19:13 WIB Politik dan Hukum
TGB: KH Ma

MI/FERDIAN ANANDA MAJNI

GUBERNUR NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi menyebut KH Ma'ruf Amin yang ditetapkan sebagai cawapres Jokowi dalam Pilpres 2019 merupakan sosok guru yang menjadi tempat bagi dirinya untuk berbakti.

"Beliau guru saya," kata TGB di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat.

TGB hadir di Istana Kepresidenan untuk mengikuti rapat terbatas yang langsung dipimpin Presiden Jokowi terkait penanganan dampak bencana gempa di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pada kesempatan itu, ia merespons dipilihnya Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi sebagai sesuatu yang positif. "Ya kalau guru saya, ya murid pasti berbakti, berkhidmat pada gurunya," katanya.

TGB menyatakan tetap pada komitmennya untuk mendukung Jokowi. Ia menilai Jokowi pantas untuk melanjutkan periode kedua pemerintahannya yang salah satunya memprioritaskan pada pembangunan infrastruktur.

TGB tidak menampakkan kekecewaannya saat Jokowi pada akhirnya memilih Ma'ruf Amin sebagai cawapresnya. Padahal beberapa pekan sebelumnya nama TGB santer diberitakan sebagai calon kuat cawapres yang akan mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019.

Namun ia menegaskan tidak mendapatkan tawaran apapun sampai saat ini dari kubu Jokowi setelah ia menentukkan sikap politik untuk mengundurkan diri sebagai kader Partai Demokrat dan mendukung Jokowi. "Enggak ada. Saya jadi relawannya wartawan sajalah," kata TGB saat dikonfirmasi wartawan. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More