Jelang Pemilu 2019, Ekonomi Dijamin Stabil

Penulis: Micom Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 11:15 WIB Ekonomi
Jelang Pemilu 2019, Ekonomi Dijamin Stabil

Ist

PEREKONOMIAN dijamin tetap stabil meski Indonesia akan menggelar Pemilihan Umum 2019. Sebab, kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo terus menunjukkan tren positif. Tingkat kepuasan masyarakat mencapai 60%.

Ada banyak capaian positif yang didapatkan Indonesia di bawah pemerintahan Presiden Jokowi. Dalam empat tahun terakhir, angka kemiskinan mengalami penurunan signifikan. Angka kemiskinan saat ini berada di level 9,82%. Laju inflasi juga berhasil ditekan hingga 3,12%.

"Stabilitas ekonomi akan tetap terjaga menjelang hingga berakhirnya Pemilu 2019. Sebab, kondisinya memang stabil. Pemilu akan berjalan aman. Semua sektor bisa bergerak normal," ungkap Kepala Staf Presiden Moeldoko di Jakarta, Jumat (10/8).

Garansi terjaganya stabilitas ekonomi saat Pemilu 2019 juga disampaikan dalam 'CEO Forum Industri Keuangan'. Forum pertemuan ini digelar oleh BNP Paribas Investment Partners di Hotel Mandarin Oriental, Kamis (9/8) kemarin.

Deputi III Kantor Staf Kepresidenan, Denni Puspa Purbasari, mengatakan, kinerja pemerintahan Presiden Jokowi positif dan stabil.

"Belum lagi jika kita membahas persoalan infrastruktur yang bertujuan untuk membangun konektivitas antarmasyarakat. Dari sisi ekonomi, pencapaian Presiden Jokowi sangat signifikan," kata Denni.

CEO BNP Paribas Investment Partners, Vivian Secakusuma, memaparkan, latar diselenggarakannya acara ini. Persoalan ekonomi tak bisa dianggap enteng, terlebih lagi jelang Pemilu 2019 mendatang. Sebab, menjelang Pemilu biasanya ada banyak isu yang berkembang. Kondisi ini tentu memberi pengaruh kurang menguntungkan bagi pelaku bisnis.

"Beberapa isu perekonomian kerap bermunculan, mulai dari soal melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar, sampai kenaikan suku bunga yang terjadi karena beberapa faktor eksternal Indonesia," kata Vivian.

CEO Forum Industri kali ini mengangkat tema mengenai 'Dinamika Politik dan Ekonomi Indonesia di 2019'. Dalam forum ini turut hadir Ketua Departemen Politik dan Hubungan Internasional CSIS, Philips Vermonte, serta dua Direksi BNP Paribas, Wiman Kastami dan Aliyahdin Saugi. Diskusi dipandu jurnalis senior Najwa Shihab.

Vermonte menjelaskan, rakyat Indonesia dikenal kritis dalam memilih pemimpin.

"Terbukti Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) 2018 Juni lalu melahirkan sosok-sosok pemimpin muda intelektual, seperti Ridwan Kamil yang terpilih sebagai Gubernur Jawa Barat," kata Vermonte. (RO/OL-1)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More