Ma'ruf Amin Berterimakasih Atas Dukungan Golkar

Penulis: Antara Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 18:54 WIB Politik dan Hukum
Ma

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

BAKAL calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan tidak pernah bertemu, berkomunikasi atau melobi Partai Golkar untuk memilih atau menyetujui dirinya menjadi pendamping Presiden Jokowi.

"Saya berterima kasih (kepada Golkar). Saya sebelumnya tidak pernah bertemu, tidak pernah ada komunikasi, tidak pernah saya melobi Golkar untuk memilih (menyetujui) saya," kata Ma'ruf Amin seusai bersilaturahim dengan jajaran elite Partai Golkar di DPP Golkar, Jakarta, Jumat.    

Ma'ruf mengatakan hubungan dirinya dengan Golkar adalah hubungan dari hati ke hati, bukan dari mulut ke mulut. Menurut Ma'ruf, dalam bahasa ulama hubungan Golkar dengan dirinya akibat adanya gerakan Tuhan atau "harakah ilahi".

"Ternyata Golkar termasuk yang benar-benar mendukung saya, luar biasa. Karena itu saya datang ke sini berterima kasih, termasuk untuk membincangkan ke depan," kata dia.

Dalam kunjungannya, Ma'ruf mengaku berdiskusi dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan jajaran mengenai upaya menjaga keutuhan bangsa agar tidak terganggu oleh provokasi kelompok radikalisme dan terorisme. Dia juga mendiskusikan upaya membangun ekonomi bangsa agar tidak ada kesenjangan antara bagian-bagian bangsa.

Adapun Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menekankan Golkar sangat menghormati kunjungan Ma'ruf ke Kantor DPP Golkar untuk melakukan silaturahim. Dia berharap dengan adanya sosok Ma'ruf Amin sebagai pendamping Jokowi maka ekonomi keumatan dapat terus dikembangkan.

"Kami harap tidak ada politik aliran, serta kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar, kebhinnekaan semakin solid. Sehingga kita bisa konsentrasi bagi kemakmuran dan kemajuan bangsa," jelas Airlangga. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More