Taufik: Gerindra Tidak Terburu-buru Cari Pengganti Sandi

Penulis: Selamat Saragih Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 18:45 WIB Megapolitan
Taufik: Gerindra Tidak Terburu-buru Cari Pengganti Sandi

MI/ROMMY PUJIANTO

KETUA DPD Gerindra DKI Jakarta, Mohamad Taufik, menegaskan, hingga kini belum ada nama yang dicalonkan untuk menduduki posisi wakil gubernur (wagub) menggantikan Sandiaga Uno yang mengundurkan diri.

Taufik menambahkan, Sandi mengundurkan diri untuk menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

Menurut Taufik, Gerindra masih fokus mengurusi pencalonan Sandi.

"Kami belum memikirkan cari pengganti Sandi. Itu nanti, sekarang proses ini dulu. Kami beresin Pak Sandi dulu, habis itu kami enggak buru-buru. Kami enggak pakai hawa nafsu, itulah bedanya Gerindra," kata Taufik, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (10/8).

Partai pengusung Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta 2017, Gerindra dan PKS akan mengajukan nama untuk menjadi calon wagub DKI pengganti Sandi.

Taufik menambahkan, dalam beberapa waktu Anies akan bekerja tanpa didampingi wagub.

"Coba tanya Pak Gubernur, beliau enggak apa-apa, walau enggak ditemenin wagub. Sebulan enggak apa-apa, dua bulan enggak apa-apa, kan begitu enggak akan ada hambatan," ujar Taufik yang juga Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu.

Dia menambahkan, dari dua orang yang diajukan Gerindra dan PKS nanti akan muncul dua nama. Kemudian divoting anggota DPRD DKI untuk memilih salah satunya untuk pendamping Anies. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More