Ketika Dua Sahabat Bertemu di Seminar Nasional LP3KN

Penulis: MICOM Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 18:11 WIB Humaniora
Ketika Dua Sahabat Bertemu di Seminar Nasional  LP3KN

ADA satu cerita yang menarik diangkat ke publik, ketika dua sahabat lama bertemu di acara seminar nasional yang bertajuk Membangun Harmoni, Merawat NKRI Melalui Seni Budaya-Dari Jakarta Menuju Ambon yang diselenggarakan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik Nasional (LP3KN), di Gedung Stovia, Jakarta, Rabu (8/8).  

Pertemuan antar dua sahabat yang dimaksud adalah, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dengan budayawan sekaligus rohaniwan Romo Aloysius Budi Purnomo dari Semarang.

Lukman menyambut kedatangan Romo Budi yang baru saja masuk ke ruang seminar setelah terbang dari Yogyakarta. “Romo Budi, selamat datang,” ujar Lukman. Romo Budi pun langsung menghampiri sahabatnya tersebut dan berpelukan.

Ada pula momentum yang menunjukan penghormatan sekaligus kerendahan hati masing-masing. Setelah berpelukan, Romo Budi meraih tangan Lukman dan menciumnya sambil membungkukan badan sebagai tanda hormat. Aksi yang tiba-tiba itu pun langsung dicegah oleh Lukman, dengan segera menolak gerakan tangan Romo Bud, dan mencegahnya dengan cara membungkukan badan seraya memegang pundak rohaniwan itu. Para peserta seminar yang melihat aksi tersebut pun spontan bertepuk tangan.

“Peristiwa ini sangat berkesan. Saya melihat Menteri Agama, bapak Lukman Hakim Saifuddin sebagai sosok yang dibutuhkan Indonesia karena kerendahan hati. Saya selalu merasa damai dan adem kalau berdiskusi dengan beliau, pandangan luar biasa, mimpi yang besar tentang Indonesia, tetapi dengan cara santun dalam bertutur kata,” ujar Romo Budi.

Pertemuan kedua sahabat ini memang tidak berlangsung lama. Meski demikian, momen singkat tersebut sangat berkesan bagi peserta.

Salah satu peserta, Nafalia Wowor, mengaku terkejut saat Lukman meminta maaf kepada asistennya yang membuatkan pidato untuknya saat acara seminar nasional itu.
Dalam pemintaan maaf itu, menteri agama itu ingin berpidato tanpa teks menyesuaikan suasana yang sudah terbangun sejak awal. (RO/OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More