Mahasiswa Solo Gemari Beras Kemasan Imut Keluaran Bulog

Penulis: Widjadjadi Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 17:15 WIB Nusantara
Mahasiswa Solo Gemari Beras Kemasan Imut Keluaran Bulog

ANTARA FOTO/Jojon

MAHASISWA di Solo dan Sukoharjo mulai menyukai beras kemasan mungil atau sachet 200 gram yang  dimunculkan Bulog Subdivre III Surakarta. Begitu halnya kaum ibu, juga mulai melirik, karena pemakaian menjadi lebih terukur dan tidak mubazir  atau menyisakan nasi di rumah.

"Ya beras premium saset kemasan 200 gram dengan harga Rp2.500 ini  memang tahapannya masih sosialisasi. Namun sejak diluncurkan pada Juni  silam hingga Agustus ini, ada pergerakan menggembirakan. Kami  perkenalkan di lingkungan kampus, ternyata mahasiswa kos-kosan mulai  tertarik, karena lebih praktis, yakni harga terjangkau, dan tidak ribet  untuk menyimpan dan selalu habis untuk konsumsi sehari," tutur Kepala  Bulog Subdivre III Surakarta, Titov Agus Sabelia, kepada Media Indonesia, Jumat (10/8).

Titov memaparkan, Bulog melakukan ekspasi penjualan beras kemasan mungil 200  gram dengan harga Rp2.500 itu memang untuk mempermudah masyarakat mendapatkan beras sesuai kebutuhan sehari-hari.

Titov berharap, dalam tingkatan sosialisasi ini akan lebih banyak lagi masyarakat yang menyukai beras kemasan mungil. Saat ini per minggu, Bulog Subdrivre Surakarta mampu menjual 2.500 bungkus.

"Yang jelas kami tidak hanya mengelola persedian, distribusi, namun juga mengendalikan harga beras. Beras sachet ini sangat menjaga ketersediaan beras di tingkat rumah tangga kecil,"  imbuh dia sembari memperlihatkan besar kemasan 200 gram dengan simbol Bulog .

Lebih jauh Titov memaparkan tidak menutup kemungkinan nanti akan ada  beberapa beras kemasan. Namun untuk sementara, beras premium kemasan 200  gram akan terus disosialisasikan terlebih dulu.

"Selain di kawasan dekat kampus, kami juga menjual di gerai rumah pangan kita (RPK) yang  semakin menebar di pelosok-pelosok," tandas dia sekali lagi.

Pada bagian lain, Titov mengatakan proses penyerapan beras petani  masih terus dilakukan, meski musim kering sudah berjalan lebih dari tiga bulan. Progres serapan tidak mengalami hambatan, dengan pergerakan per  hari mencapai 350 ton - 400 ton setara beras.

Pengadaan hingga Jumat (10/8) mencapai 56.686 ton setara beras, atau 66,3%  dari target tahun ini yang sebesar 85.390 ton.

"Dengan stok yang ada di gudang sebanyak 33 ribu ton lebih, bisa memenuhi kebutuhan beras hingga setahun atau 12 bulan ke depan. Pada
pekan kemarin, bisa mencukupi 11 bulan, tapi seiring terus berjalannya proses serapan, dapat untuk mencukupi kebutuhan masyarakat selama 12 bulan ke depan," kata Titov lagi.

Terlebih, program bantuan sosial beras sejahtera (rastra) untuk masyarakat maskin di Solo Raya yang meliputi enam kabupaten dan satu kota, terus berkurang, hingga kini tinggal menyisakan tiga kabupaten yakni Sragen, Wonogiri dan Klaten. Sedang empat lainnya seperti Kota
Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan Karanganyar sudah beralih ke bantuan nontunai pangan (BNTP).

"Untuk wilayah yang sudah menggunakan program BNTP, Bulog Subdivre juga  mendapatkan jatah untuk mengisi e-Warong di tiga Kecamatan Boyolali serta satu kecamatan di Sukoharjo," pungkas Titov. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More