BNN Sumsel Gagalkan Peredaran 17 Kg Sabu

Penulis: Dwi Apriani Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 16:50 WIB Nusantara
BNN Sumsel Gagalkan Peredaran 17 Kg Sabu

MI/Dwi Apriani


BADAN Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatra Selatan berhasil mengamankan 17 kilogram sabu yang dikirim dari Medan, Sumatra Utara, Kamis (9/8). Narkoba itu rencananya akan diperdagangkan di Palembang, Sumsel.

Dalam konferensi pers di RS Bhayangkara, Palembang, Jumat (10/8), BNN Sumsel menyatakan berhasil menangkap 5 tersangka yang diduga merupakan bandar. Dua di antaranya ditembak mati karena mencoba melarikan
diri.

Petugas BNN mengetahui adanya pengiriman sabu asal Medan berdasarkan
informasi dari masyarakat. Pada pukul 13.00 WIB, Kamis (9/8), petugas pun melakukan pengintaian di Hotel Sriwijaya Premier, Jalan Puncak Sekuning, Kelurahan Puncak Sekuning, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang.

Sekitar pukul 18.00, muncul tiga tersangka membawa mobil Toyota Avanza yang dikendarai tersangka Siso, 38, warga Dusun Telok Berahol, Desa Besilam, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.

Dua tersangka lain, yakni Mino, 47, warga Blok C, Desa Rambai Jaya, Kec Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau; serta ER, 38, warga Dusun Bukit Tua, Kecamatan Padang Tualang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara.

Di hotel, ketiga tersangka asal Medan dan Riau tersebut bertemu dengan dua tersangka lain, yakni Hilario (21) dan Gimas (23), warga Jalan Merdeka, Kelurahan Tanah Abang Utara, Kecamatan Tanah Abang, Kabupaten PALI.

Saat kelima tersangka berkumpul, petugas BNN Sumsel langsung menggerebek. Dua tersangka berupaya melarikan diri yakni ER dan Gimas. Keduanya tidak juga menyerah meskipun sudah diberi tembakan peringatan. Petugas pun melepaskan tembakan yang menyebabkan kedua tersangka tewas di tempat.

Kepala BNN Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan mengatakan peredaran sabu ini dikendalikan oleh salah seorang napi yang masih ditahan di salah satu lembaga pemsyarakatan (LP). "Saya belum bisa bilang siapa dan di lapas mana napi ini," ujarnya.

Jhon menjelaskan, tersangka Gimas yang tewas saat proses penangkapan, merupakan adik dari napi tersebut. Napi itu menyerahkan 17 kg sabu kepada IW asal Medan (masih buron) untuk diedarkan di Sumsel dan sekitarnya.

"Tersangka Siso, ER, dan Mino merupakan suruhan IW. ER yang tewas ini yang mendapatkan perintah langsung dari IW, sedangkan yang lainnya hanya suruhan ER. Kami akan berkoordinasi dengan BNN Sumut untuk membekuk IW ini," ujar Jhon.

Pihaknya masih menyelidiki lebih lanjut asal narkoba yang dibawa oleh para tersangka. Ia pun menegaskan bahwa IW merupakan bagian dari jaringan yang berbeda daripada jaringan narkoba lain yang pernah diungkap BNN Sumsel.

"Kami akan telusuri lebih lanjut untuk membongkar jaringan ini. Kami bersyukur bisa menggagalkan peredaran 17 kg sabu dari informasi
masyarakat," terangnya.

Jhon mengaku sangat kecewa sekali sebab menurutnya bagaimana mungkin napi kasus narkoba yang sudah ada di dalam sel masih bisa mengendalikan peredaran narkoba. "Ini tentu akan kami koordinasikan lagi dengan pihak lapas. Atas penangkapan 17 kg sabu ini, kita berarti sudah berhasil menyelamatkan sekitar 102.000 jiwa. Bayangkan kalau sabu beredar, pasti ratusan ribu jiwa warga Sumatra Selatan terancam," tandasnya. (A-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More