Waduk Riam Kanan Surut

Penulis: Denny Susanto Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 16:30 WIB Nusantara
Waduk Riam Kanan Surut

MI/Denny Susanto

DEBIT air Waduk Riam Kanan, Kabupaten Banjar, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terus menurun akibat kondisi kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut. Ketinggian air muka waduk turun hingga 56,7 meter jauh di bawah batas normal 58-60 meter.

Hal ini dikemukakan Manager PLTA Ir PM Noor, Masli, Jumat (10/8), di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. "Level air Waduk Riam Kanan terus menurun setiap hari karena tidak ada penambahan debit air atau hujan sejak beberapa bulan terakhir," ungkapnya.

Saat ini, ketinggian air muka Waduk Riam Kanan turun menjadi 56,7 meter. Dalam kondisi normal ketinggian waduk adalah 58-60 meter. Terus surutnya waduk Riam Kanan diperkirakan akan bertambah parah mengingat  kemarau yang diperkirakan berlangsung lama.

Hal tersebut dikhawatirkan akan mengancam operasional pembangkit PLTA Ir PM Noor milik PLN yang sangat bergantung air Waduk Riam Kanan. Menurut Masli, pihaknya terus memantau kondisi air waduk.

Jika level air tidak memadai, operasional PLTA terpaksa dihentikan. Pada tahun-tahun sebelumnya saat puncak kemarau dan air waduk terlalu dangkal, pihak PLTA terpaksa mengoperasikan tiga unit mesin pembangkit berkapasitas 30 megawatt tersebut secara bergiliran.

PLTA Ir PM Noor merupakan pembangkit penunjang pasokan energi listrik pada sistem kelistrikan Kalsel-Kalteng. Selain untuk keperluan operasional pembangkit, Waduk Riam Kanan juga sumber air baku utama PDAM di tiga wilayah yakni Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, dan Kota Banjarmasin.

Surutnya air Waduk Riam Kanan juga kerap merugikan petani keramba karena asam air meningkat menyebabkan ikan keramba mati. Kepala Desa (Pembakal) Belangian, Fahrudin, mengakui sejak beberapa bulan terakhir hujan belum turun di wilayah desa mereka dan desa-desa sekitar Waduk Riam Kanan. (A-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More