PKS Klaim Jatah Posisi Wagub DKI

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 16:06 WIB Megapolitan
PKS Klaim Jatah Posisi Wagub DKI

Ist

SANDIAGA Salahuddin Uno menegaskan akan mundur dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta setelah diusung oleh koalisi Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat sebagai pendamping Prabowo Subianto.

Presiden PKS, Sohibul Iman menegaskan, jabatan Wakil Gubernur yang ditinggalkan Sandiaga harus diprioritaskan ke kader PKS sebagai pengganti Sandiaga.

“Tentu dari PKS memberikan posisi calon wakil presiden (ke Gerindra) tentu mereka memberikan hak prioritas kepada PKS untuk menjadi Wagub,” kata Sohibul di kantor KPU, Jakarta Pusat, Jum’at (10/8)

Secara aturan, kata Sohibul, posisi wagub ditunjuk oleh PKS dan Gerindra sebagai pengusung pada Pilkada DKI 2017 lalu.

Sejauh ini, muncul dua nama yang kuat dan disebut-sebut pengganti Sandiaga. Pertama ada Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera dan Ketua DPD Gerindra DKI, M Taufik

Saat dikonfirmasi dua nama itu, Sohibul mengaku belum ada keputusan dari dua partai tersebut. Pun demikian, pada Senin (13/8) nanti sudah ada nama pengganti Sandiaga

Secara aturan yang bisa ganti pak sandi itu kan dari Pks dan gerindra karena dlu yang ngusung dari dua partai itu jadi nanti akan diusung oleh dari PkS dan gerindra

“Dalam waktu dekat ini tapi nanti senin kami sudah proses disitu baru tau namanya,” kata Sohibul. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More