Wisatawan Mancanegara Masuk Yogya Alami Kenaikan

Penulis: Agus Utantoro Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 15:15 WIB Nusantara
Wisatawan Mancanegara Masuk Yogya Alami Kenaikan

ANTARA/Irsan Mulyadi

DALAM beberapa hari terakhir, jumlah wisatawan khususnya mancanegara yang datang ke Yogyakarta mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Namun demikian, Dinas Pariwista Kota Yogyakarta belum memiliki data yang pasti.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono, Jumat (10/8), mengatakan, kenaikan itu terlihat dengan padatnya jumlah pengunjung di sejumlah destinasi wisata unggulan. 

"Termasuk pula tempat favorit wisatawan mancanegara di kawasan Prawirotaman. Terpantau ramai," katanya.

Sejumlah destinasi wisata yang kerap dijadikan tujuan favorit wisatawan mancanegara di Kota Yogyakarta adalah Keraton Yogyakarta, museum dan beberapa situs cagar budaya.

Ia memperkirakan, kenaikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tersebut tidak semata-mata terjadi karena saat ini  termasuk peak season kunjungan wisatawan mancanegara karena sedang libur musim panas di Eropa, tetapi juga terjadi karena banyaknya turis asing yang mengalihkan tujuan wisatanya dari semula Lombok dan Bali menjadi Yogyakarta.

Menghadapi lonjakan kunjungan wisarawan mancanegara ini, Yunianto menegaskan, Yogyakarta sangat siap. 

"Kebetulan saat ini bukan masa libur sekolah sehingga destinasi wisata, kondisi lalu lintas, hingga akomodasi  berupa hotel masih tersedia cukup banyak. Wisatawan pun bisa menikmati Yogyakarta dengan lebih nyaman," katanya.

Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara di Kota Yogyakarta, lanjut dia sudah terjadi sejak Juli dan diperkirakan akan berlanjut  hingga November.

Sementara sepanjang 2017, jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kota Yogyakarta mencapai sekitar 400 ribu orang. Wisatawan yang datang ke Kota Yogyakarta ini didominasi wisatawan mancanegara  asal Belanda diikuti wisatawan asal Malaysia. 

"Selebihnya adalah wisatawan-wisatawan dari beberapa negara di Eropa, dari Amerika Serikat dan Australia," katanya.

Meskipun demikian, Yunianto berharap agar lama tinggal wisatawan mancanegara di Kota Yogyakarta dapat ditingkatkan. Jika semula rata-rata lama tinggal adalah dua hari, maka diharapkan bisa ditingkatkan menjadi 2,5 hari atau tiga hari. 

"Tujuan kami tidak semata-mata mengejar sisi kuantitas pada banyaknya wisatawan asing yang datang, tetapi juga kualitas dengan indikator lama tinggal wisatawan. Ini tidak berlaku pada wisatawan asing saja tetapi juga domestik," katanya.
  
Salah satu upaya yang terus dilakukan, lanjut Yunianto adalah dengan fokus menggarap potensi wisata malam di Yogyakarta, baik wisata kuliner maupun belanja.

Kenaikan jumlah wisatawan mancanegara ini tidak hanya di Kota Yogyakarta. Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, juga merasakan adanya lonjakan.

Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan meski terjadi kenaikan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) selama tiga tahun  terakhir namun diakui belum sejalan dengan program Pemerintahan Presiden Joko Widodo yang mentargetkan 20 juta wisman pada 2019.

"Geopark Gunungsewu yang diakui UNESCO mampu mendongkrak kunjungan wisman karena ada promosi di luar negeri. Dampaknya belum signifikan dan maksimal, namun setiap tahunnya meningkat sejak 2015," kata Asti.

Ia mengatakan pemerintah pusat belum memberikan target kunjungan wisman disetiap provinsi dan kabupaten. Saat ini, DIY belum mendapat kuota target wisman, sehingga belum mengintruksikan ke kabupaten/kota mendatangkan wisman.

Asti mengatakan di Gunungkidul ada 13 geosite dari 33 geosite di kawasan Geopark Gunungsewu. Sejak 2015, geosite terus dibenahi dan dikembangkan supaya menjadi menarik, dan pengelolaannya sesuai standar internasional. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More