Tiga Penemuan Mayat Ditangani Polisi Dalam Sehari

Penulis: Tosiani Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 14:30 WIB Megapolitan
no-image.jpg

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Metro Jaya menerima laporan penemuan mayat di tiga tempat dalam sehari kemarin, Kamis (9/8). Pada tiga mayat yang ditemukan di tiga tempat itu telah dilakukan visum.

Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Jumat (10/8).

Argo menyebut, tiga lokasi penemuan mayat itu ada di lantai dasar Masjid Istiqlal wilayah Jakarta Pusat, Kampung Baru di Kembangan wilayah Jakarta Barat, dan RS Fatmawati di wilayah Jakarta Selatan.

Temuan di lantai dasar Masjid Istiqlal, jenazah yang ditemukan atas nama Ahmad Fahrur, 18. Ketika itu, saksi Marlin Fahmi mendengar suara benda jatuh, sekitar pukul 10.15 WIB. Saat dicek ternyata ada korban dengan posisi telungkup dan kepala mengeluarkan darah.

"Selanjutnya saksi bersama satpam memberikan pertolongan pertama membawa ke RSCM. Namun sesampainya di RSCM, korban dinyatakan meninggal. Selanjutnya korban dibuatkan visum guna penyelidikan lebih lanjut. Kasus ini dilaporkan ke polisi pukul 16.16 WIB,"terang Argo.

Mayat di Kembangan, Jakbar, jelas Argo, bernama Hillari Simatupang, 47. Ia ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dan mengeluarkan bau busuk. Penyebabnya diduga korban meninggal karena sakit. Sebab saat dilakukan visum tidak terdapat tanda-tanda penganiayaan. Kasus ini dilaporkan ke Polda pada pukul 14.32 WIB.

Adapun penemuan mayat di RS Fatmawati, korban bernama Daud Suhendi, 32. Dari keterangan saksi Saiful Hidayat, korban ditemukan meninggal dalam posisi telungkup di lantai kost daerah Cipete. Korban lalu dibawa ke RS Fatmawati untuk divisum. Di tubuh korban juga tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More