Bulutangkis Maksimalkan Persiapan di Sisa Masa

Penulis: Nurul Hidayah Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 14:35 WIB Olahraga
Bulutangkis Maksimalkan Persiapan di Sisa Masa

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

ASIAN Games 2018 akan dimulai dalam hitungan hari. Sebagai selah satu cabang olahraga yang diunggulkan di Asian Games, kontingen bulutangkis berupaya terus memaksimalkan persiapan di waktu yang tersisa.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Susy Susanti, mengatakan, di sisa waktu hal krusial yang patut diperhatikan adalah menjaga kondisi dan stamina

"Kemudian saat ini kami sedang menyusun strategi, Kami juga akan menganalisa lawan yang akan dihadapi baik kelebihan dan kelemahannya. Di samping itu akan ada sesi meningkatkan kematangan pukulan dan adaptasi penguasaan lapangan di Istora," ujar Susy, Jumat (10/8).

Cabang bulutangkis Asian Games akan berlangsung di Istora, sejak 19 - 28 Agustus 2018. Khusus untuk nomor beregu putra dan beregu putri akan dimainkan pada 19-22 Agustus, sedangkan nomor perorangan akan dimulai pada 23-28 Agustus 2018.

Proses pengundian nomor beregu pun akan dilaksanakan pada Kamis (16/8) mendatang di ruang konferensi pers Istora Senayan. Adapun undian nomor perorangan akan dilakukan pada Rabu dua pekan mendatang di tempat yang sama.

Di pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut, bulutangkis mendapat mandat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk meraih sedikitnya satu emas. Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia berharap satu emas akan datang dari sektor ganda campuran dan putra yang merupakan nomor andalan Indonesia saat ini.

Di ganda campuran, Asian Games 2018 akan menjadi sasaran terakhir bagi Liliyana Natsir yang telah mengumumkan akan pensiun tahun depan. Liliyana yang berpasangan dengan Tontowi Ahmad, berpeluang besar untuk meraih emas di kandang sendiri, setelah empat tahun lalu di Asian Games Incheon 2014, mereka takluk di final.

Begitu pula dengan pasangan ganda putra rangking satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Keduanga juga punya kans besar untuk kembali berjaya di publik sendiri, setelah tahun ini dua kali juara di Istrora pada ajang Daihatsu Indonesia Masters dan Blibli Indonesia Open 2018.

Namun, bukan tak mungkin sektor ganda putri membuat kejutan seperti empat tahun lalu. Kalau Asian Games Incheon 2014 berlangsung, pasangan Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari berhasil menyumbang emas bagi Merah Putih.

Meski kini, Greysia tak lagi berpasangan dengan Nitya karena sudah disandingkan dengan Apriyani Rahayu. Namun, peluang untuk memberikan kejutan masih terbuka.

Jika tiga sektor ganda menjadi andalan di Asian Games, tantangan berat ada di sektor tunggal. Dalam beberapa turnamen belakangan, sektor tunggal memang belum dapat memberikan hasil yang menggembirakan meskipun beberapa pemain telah menunjukkan progres dalam penampilan mereka.

"Sektor tunggal memang harus benar-benar kerja keras. Khusus tunggal putra, harus diperbaiki lagi stroke nya, baik serangan, pertahanan, dan pola main. Selain itu, fisik, kecepatan, dan kelincahan di lapangan, serta antisipasi untuk mengambil kendali permainan, juga harus diasah lagi," lanjut Susy.

Dari sektor tunggal putri, pemain muda Gregoria Mariska Tunjung, sebetulnya punya peluang untuk membuat kejutan. Penampilan pemain jebolan klub Mutiara Cardinal Bandung ini cukup baik di sejumlah turnamen terakhir, meskipun masih banyak yang perlu diperbaiki lagi oleh Gregoria.

"Sebetulnya Gregoria bisa mengimbangi pemain-pemain elit, tetapi masih dia kurang sabar dan gampang 'buang bola'. Gregoria harus lebih siap capek dan diperkuat kelincahan kakinya, agar konsistensi pukulannya lebih akurat," pungkasnya. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More