Ketua OJK Harap Capres-Cawapres Bisa Dorong Perkembangan Pasar Modal

Penulis: Nur Aivanni Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 13:59 WIB Ekonomi
Ketua OJK Harap Capres-Cawapres Bisa Dorong Perkembangan Pasar Modal

ANTARA/Hafidz Mubarak
KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso

KETUA Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK) Wimboh Santoso menyambut baik ihwal kejelasan siapa yang akan maju dalam pemilihan presiden 2019 mendatang. Ia pun sangat mendukung proses demokrasi yang ada di Indonesia ini.

"Calon ini adalah calon yang terbaik dari proses demokrasi yang ada sehingga kita dukung supaya nanti calon ini bisa memberikan dorongan perkembangan terutama di pasar keuangan dan pasar modal. Karena pasar modal ini masih banyak kesempatan yang kita kembangkan agar masyarakat bisa akses ke pasar modal," kata Wimboh di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/8).

Lebih lanjut, Wimboh menyampaikan banyak pembiayaan yang harus dilakukan baik untuk program infrastruktur maupun non infrastruktur.

"Ini harus kita dukung, pasar modal harus hadir di situ bagaimana bisa memfasilitasi terjadinya penghimpunan dana melalui pasar modal," pungkasnya.

Sebelumnya, pada Kamis (9/8) malam, Presiden Joko Widodo memutuskan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden yang akan mendampinginya di pilpres 2019. Di tempat yang berbeda, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memutuskan untuk memilih Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai cawapresnya.(OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More