Masa Tanggap Darurat Gempa Lombok Diperpanjang 2 Pekan

Penulis: Whisnu Mardiansyah Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 13:40 WIB Nusantara
Masa Tanggap Darurat Gempa Lombok Diperpanjang 2 Pekan

ANTARA/AHMAD SUBAIDI

MASA tanggap darurat bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, diperpanjang. Sebab, gempa susulan masih terjadi.

Penetapan masa tanggap darurat berdasarkan keputusan dari Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang. Perpanjangan masa tanggap darurat bencana berlaku mulai 11 Agustus 2018.

"Sedianya, masa tanggap darurat berakhir pada 11 Agustus 2018. Namun, melihat kondisi alam yang seperti ini, kemungkinan akan dilanjutkan sampai dengan 14 hari ke depan," kata Komandan Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Gempa Lombok Kolonel Ahmad Rizal Ramdhani di Posko Terpadu Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Jumat (10/8).

Bantuan pun ditambah untuk memulihkan kondisi di Lombok. Tujuannya mempercepat proses evakuasi korban yang tertimpa reruntuhan bangunan.

"Dalam waktu dekat datang personel TNI Angkatan darat atau satu Resimen Zeni Konstruksi/Cakti Ring Karma (atau Menzikon), kemudian tambah lagi 3 batalion dari Jakarta. Aat berat juga akan datang lagi untuk membantu evakuasi," jelas Rizal.

Gempa susulan masih terjadi di wilayah Lombok. Guncangan yang paling terasa yaitu pada Kamis (9/8), sekitar pukul 13.25 Wita. Gempa berkekuatan 6,2 SR.

Pantauan Medcom.id di Desa Medana, guncangan membuat warga panik. Warga berlarian keluar dari bangunan. Mereka menghindari terkena dampak guncangan yaitu reruntuhan bangunan.

Badan Meteorologi, Klimatalogi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan titik gempa berada 6 kilometer Barat Laut Lombok Utara, atau tepatnya  8.36 Lintang Selatan, 116.22 Bujur Timur. Pusat gempa berada di kedalaman 12 Km.

Gempa dengan skala paling besar terjadi pada Minggu (5/8), yaitu berkekuatan 7,0 SR. Hingga berita ini dimuat, sebanyak 259 warga meninggal karena tertimpa bangunan yang ambruk setelah gempa. Lebih 1.000 orang terluka. (Medcom/OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

DRAMA penganiayaan Ratna Sarumpaet akhirnya terbongkar. Kisah hayalan Ratna itu menjadi ramai dipublik setelah beredar foto muka lebam dan membuat Capres Prabowo Subianto menggelar konpers khusus untuk mengutuk kejadian itu pada pada Selasa (2/10) malam. Acara ini bahkan disiarkan secara langsung TV One dengan menyela acara Indonesia Lawyers Club yang membahas soal gempa di Sulteng. Kejahatan memang tidak ada yang sempurna. Beberapa netizen mengungkap beberapa kejanggalan dan dugaan ini diperkuat hasil penyelidikan polisi. Akhirnya, Ratna pun mengakui kebohongannya. Dia mengaku mendapat bisikan setan untuk berbohong. Walau sudah ada pengakuan Ratna, Kadivhumas Polri Irjen Setyo Wasisto menegaskan tetap akan melakukan proses hukum karena kasus ini sudah bergulir dan menimbulkan keresahan. Apakah Anda setuju dengan sikap Polri ini?





Berita Populer

Read More