Demokrat Sudah Diberikan Kesempatan Hingga Injury Time

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 13:24 WIB Politik dan Hukum
Demokrat Sudah Diberikan Kesempatan Hingga Injury Time

ANTARA/Puspa Perwitasari
KETUA Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy

KETUA Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Romy) menyatakan koalisi pendukung Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sudah memberikan waktu kepada Demokrat sampai detik-detik terakhir penutupan dukungan. Sehingga pintu untuk Demokrat sudah tertutup untuk masuk ke koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Pimpinan Demokrat mengatakan sebelumnya peluang mereka bergabung 50%. Tentu sudah saya tegaskan ada waktunya toko tutup. Ketika dikatakan toko kita tutup, kita tidak bisa menunggu lebih lama," terang Rommy di Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Jakarta, Jumat (10/8).

Rommy mengungkapkan, jawaban Demokrat ditunggu ketika rapat koalisi di Restoran Plataran, Menteng, Kamis (9/8) malam kemarin. Malam itu, diputuskan oleh seluruh ketua umum partai politik untuk menutup pintu koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin. Pihaknya menegaskan sudah tidak lagi berkomunikasi dengan Demokrat lantaran sudah memberikan ruang hingga pukul 14.00 WIB.

"Kemarin kita sampai jam 2 siang di Istana dan disepakati para Ketum. Kemudian kita bawa ke rapat para ketua umum dan sekjen parpol di Restoran Plataran. Lalu resmi toko ditutup. Saya sudah berikan warning ini sejak sebulan lalu. Tapi warning tidak pernah dibaca, malah saya disuruh hati-hati bersikap," terang Romi.

Selain itu, terkait dengan power sharing, dirinya menjelaskan saat ini pihaknya mengaku belum membahas hal tersebut. Power sharing, baru akan dibahas ketika pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin memenangkan pemilu di 2019.

"Kita saat ini bicarakan terkait pembagian beban kerja dalam pemenangan. Siapa kerja dimana, kelompok mana agar memudahkan untuk kemenangan kedepannya," tutur Romi. (OL-7)

Berita Terkini

Read More

Poling

MENTERI Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan berdasarkan pembicaraan dengan Google, raksasa internet itu akan berhenti menerima iklan politik jelang Pilpres 2019. Ini merupakan kebijakan pihak Google untuk tidak terlibat dalam ranah politik. Bagaimana menurut Anda kebijakan Google ini?





Berita Populer

Read More