Harga Indeks Pasar Biodiesel Turun, Bioetanol Naik

Penulis: Cahya Mulyana Pada: Jumat, 10 Agu 2018, 11:15 WIB Ekonomi
Harga Indeks Pasar Biodiesel Turun, Bioetanol Naik

ANTARA/Syaiful Arif
Seorang petugas berada di pabrik bioetanol Gempolkrep, Mojokerto, Jawa Timur

KEMENTERIAN Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali merilis besaran Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN), yang meliputi biodiesel dan bioetanol. Melalui Surat Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Nomor 4057/12/DJE/2018. Harga biodiesel turun namun bioetanol naik akibat penurunan harga sawit.

"Harga biodiesel mengalami penurunan diakibatkan turunnya harga minyak sawit akibat berkurangnya tingkat permintaan dari negara-negara pengimpor, serta kekhawatiran terhadap antisipasi perang dagang yang turut mempengaruhi permintaan Tiongkok," seperti dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Jumat (10/8).

Tarif biodiesel ditetapkan sebesar Rp7.600 per liter atau turun Rp 349 dari bulan Juli 2018 lalu, yaitu Rp7.949/liter. Harga tersebut masih belum termasuk dengan perhitungan ongkos angkut, yang berpedoman pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No.1770 K/12/MEM/2018.

HIP biodiesel ini ditopang oleh harga rata-rata minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) sepanjang 25 Juni 2018 hingga 24 Juli 2018 sebesar Rp7.300 per kilo gram (kg). Harga ini lebih rendah pada periode sebelumnya, yaitu Rp7.740 per kg.

Sementara itu, kenaikan harga terjadi pada HIP bioetanol. Harga pasar bioetanol diplot sebesar Rp10.010 per liter oleh Pemerintah, terjadi kenaikan sebesar Rp110 dari bulan Juli 2018 yaitu sebesar Rp9.900 per liter.

Faktor kenaikan ini ditentukan oleh rata-rata tetes tebu Kharisma Pemasaran Bersama (KPB) selama 25 September 2017 - 24 Juli 2018 tercatat sebesar Rp1.556 per kg ditambah besaran dolar Amerika Serikat, yaitu US$0,25 per liter dikali 4,125 kg per liter.

Untuk diketahui, HIP BBN ditetapkan setiap bulan dan dilakukan evaluasi paling sedikit 6 bulan selali oleh Direktur Jenderal EBTKE. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More